close
HUKUM

Tergiur Upah, Pemuda Ini Jadi Korban Jual Beli Narkoba

IMG-20220315-WA0031
Kapolres Sampang AKBP Arman memperlihatkan BB dan tersangka pada press release.

SAMPANG, Kompasmadura.com – Mapolres Sampang kembali ungkap tindak pidana Narkoba jenis sabu. Kali ini ada dua pemuda berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba di wilayah hukumnya. Keduanya, sama-sama status tersangka karena kedapatan Barang Bukti (BB) dengan jumlah berbeda.

Tersangka diantara adalah Saleh bin Satria. Pria kelahiran Sampang, 07 Mei 1981 warga Dusun Ombaran Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal Sampang. Saleh yang belum lulus Sekolah Dasar (SD) seharian sebagai petani di tempat tinggalnya.

Dia ditahan pada hari Jum’at, 11 Maret 2022 sekitar pukul 14.00 wib di jalan Desa Trapang, Kecamatan Banyuates Sampang. Dari tangan tersangka, satresnarkoba menyita Narkoba jenis sabu dengan berat ± 100,38 gram.

“BB lainnya berupa 1 buah sobekan tisu warna putih, 1 buah sobekan lakban warna coklat, 1buah tas ransel warna hitam merk DIADORA,” kata Kapolres Sampang AKBP Arman.

Kepada awak media, Arman menyampaikan pria yang seharian sebaga petani ini berkeinginan mengantarkan narkoba lantaran tergiur Upah. Tersangka sedang menunggu pembeli yang diduga orang bukan penduduk Sampang.

“Saat itulah, anggota lakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti. Selanjutnya tersangka beserta barang bukti diamankan ke Satresnarkoba Polres Sampang untuk dilakukan proses Penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Tersangka lainnya adalah Syaiful Bahri bin Mahdi. Pemuda kelahiran 5 Agustus 2003 itu tercatat sebagai penduduk Dusun Sumber Bindang, Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang Sampang.

Pemuda yang tidak lulus SMP itu, berhasil diamankan di tepi jalan Desa Pengereman, Kecamatan Ketapang Sampang hari Sabtu 5 Maret 2022 sekitar pukul 05.30 wib. Dari tangan tersangka, Satreskrim Narkoba berhasil mengaman kan narkotika golongan jenis sabu dengan berat ± 100,84 gram.

Tidak cukup itu, mereka menyita BB berupa 1 lembar tisu warna putih, 1 buah plastik bening, 1 buah plastik warna hitam, 1 unit HP merk VIVO model 1902 warna hitam kombinasi ungu beserta simcard dengan nomer.

Kronologi penangkapan terhadap Syaiful, tersangka akan melakukan transaksi kepada pembeli di jalan Desa Pengereman, Kecamatan Ketapang Sampang dengan cara menaruh barang haram itu di bawa pohon. Karena pelaku telah terdeteksi, maka satreskrim narkoba bersama anggota Polsek Ketapang segara lakukan tindakan dengan cara menahan dan menggeledah tersangka yang berperan sebagai pengedar.

Atas perbuatannya, tersangka disangka kan pasal 114 ayat 2 Subs Pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dimana pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000, dan paling banyak Rp. 10.000.000.000.

“Kami akan lakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut. Tersangka berperan sebagai pengedar, mereka lakukan untuk mendapatkan keuntungan,” terangnya didampingi Kasat Narkoba AKP Andri Setya Putra. (Ful/Nin)

 

Tags : Kasus NarkobaPolres/Sampang