close

SUMENEP

SUMENEP

Momentum Upacara HUT RI Ke -81, Bupati Sumenep Apresiasi Pemuda Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air Dan Menjaga Budaya Leluhur

IMG-20260817-WA0020


SUMENEP, Kompasmadura.com – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep berlangsung khidmat dan suksesnya Pengibaran Bendera Merah Putih saat detik-detik hati para undangan dan peserta upacara berdebar menunggu suksesnya Paskibraka melaksanakan tugasnya di halaman Kantor Bupati, Senin (17/08/2026).

Dengan gerakan tegas dan kompak, Paskibraka berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih tepat diiringi lagu Indonesia Raya. Aksi mereka disambut tepuk tangan bahagia dan haru dari para peserta upacara.

Bupati Sumenep, H Achmad Fauzi Wongsojudo, beserta istrinya Nia Kurnia Fauzi usai pelaksanaan upacara menyempatkan turun dari panggung utama disertai Wakil Bupati dan Sekdakab Sumenep, para Asisten Sekda, Anggota Forpimda, Pimpinan OPD, Paskibraka dan peserta upacara lainnya, menyempatkan bergoyang bersama penari menandakan kebahagiaan atas kesuksesan pelaksanaan Upacara 17 Agustus tahun ini.

“Saya memberikan apresiasi kepada Paskibraka yang telah melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya bersama semangat muda yang mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Hal tersebut diakui bahwa adik-adik Paskibraka ini bukti bahwa semangat juang para pahlawan masih hidup di generasi sekarang. Karena itu diharapkan terus menjaga nama baik dan menjadi teladan bagi generasi muda yang lain.

Sementara pada peringatan 17 Agustus bukan hanya seremoni tahunan untuk mengenang jasa pahlawan. Lebih dari itu, momen ini dipakai untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda. Bahkan, busana adat dari berbagai daerah di Nusantara yang dikenakan para pejabat, mulai batik Madura, baju Bodo, ulos, hingga pakaian adat Kalimantan dan Papua diharapkan menjadi pembelajaran visual agar budaya leluhur bangsa tidak luntur oleh zaman.

“Kami sengaja memakai pakaian adat sebagai bentuk penghormatan pada kekayaan budaya Indonesia. Keberagaman ini bukan pemisah, justru menjadi perekat persatuan kita,” ujarnya.

Dikatakan, Indonesia kuat karena berbeda-beda tetapi tetap satu. Lewat pakaian adat ini ingin mengedukasi anak-anak muda bahwa menjaga budaya sama pentingnya dengan mengisi kemerdekaan.

Ditambahkan dengan nuansa budaya yang kental, peserta upacara disatukan oleh semangat kemerdekaan dan kebanggaan terhadap keberagaman bangsa. Sehingga diharapkan semangat yang muncul hari ini tidak berhenti di lapangan upacara. Namun salah satu cara mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

“Tingkatkan pelayanan publik, percepat pembangunan, dan wujudkan kesejahteraan masyarakat Sumenep,” tandasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Peringatan HUT ke-81 RI di Sumenep tahun ini menjadi pengingat, menjaga persatuan bisa dimulai dari hal sederhana, menghargai budaya sendiri, dan memberi ruang bagi generasi muda untuk tampil membawa merah putih dan semangat kemerdekaan.(Rus/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Gudang PT Gelora Djaya Sumenep Cabang Wismilak Targetkan Tahun Ini Beli 300 Ton Tembakau Mutu Gunung

IMG-20260815-WA0015


SUMENEP, Kompasmadura.com – Pembelian tembakau sudah dilakukan oleh gudang PT. Gelora Djaya Sumenep Cabang Wismilak yang berada di Jl. Trunojoyo desa Gedungan kecamatan Batuan kabupaten Sumenep sejak tanggal 10 Agustus 2026 lalu dan kemungkinan akan berakhir hingga 24 Desember 2027 mendatang.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Supplier gudang Sumenep PT Gelora Djaya Cabang Wismilak, Rayhan Ievel Santoso. Menurutnya, pembelian tembakau dari petani dilakukan setelah sebelumnya melakukan permohonan ijin dan dilakukan survei oleh Dinas Penanaman dan Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten Sumenep.

“Sesuai usulan dari kami, untuk melakukan pembelian tembakau mutu gunung tahun 2026 ini sebanyak 300 ton,” jelas Rayhan, Jum’at (14/08/2026).

Hal itu diakui Reyhan, panggilan akrabnya sudah sesuai dengan Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100. 3. 3.2/245/KEP/013/2026 Tentang titik impas harga tembakau tahun 2026 maka pembelian tembakau PT Gelora Jaya perwakilan gudang Wismilak tahun 2026 ini sesuai kwalitas tembakau mutu gunung , yakni kisaran harga Rp. 69.500,- Rp. 72.000,- per kilogramnya.

Dikatakan, pembelian tembakau pada musim tanam tahun ini menargetkan sebanyak 300 ton menyesuaikan dengan kondisi musim saat ini serta untuk tetap memenuhi kebutuhan gudang serta membantu petani tembakau dengan hasil tanam tembakau gunung.

“Kami harapkan pada masyarakat petani yang ingin menjual hasil tembakau tidak sampai dicampur, agar kualitas tembakau benar-benar terjaga dan tidak tergiur dengan maksud untuk menaikkan harga karena nantinya akan tetap diketahui kualitasnya yang tentunya dapat merugikan petani itu sendiri,” pungkasnya.(Rus/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Kabar Baik ! RSUDMA Sumenep Buka Poli Urologi Dan Bisa Layani BPJS Kesehatan

IMG-20260814-WA0033

SUMENEP, Kompasmadura.com – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep selalu memberikan kabar baik bagi masyarakat Sumenep.

Saat ini dikabarkan membuka layanan Poli Urologi bagi peserta BPJS Kesehatan.Layanan tersebut mulai berlaku pada 8 Agustus 2026 dengan menghadirkan dokter spesialis urologi, dr. Yufi Aulia Azmi, Sp.U.

Berdasarkan informasi resmi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, layanan Poli Urologi tersedia setiap Jumat dan Sabtu.Sedangkan jadwal pelayanan hari Jumat berlangsung pukul 16.30 hingga 18.30 WIB, sedangkan hari Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.Dengan dibukanya layanan menggunakan BPJS Kesehatan, masyarakat peserta JKN kini memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan spesialis urologi.

Sebelumnya, layanan urologi RSUD dr. H. Moh. Anwar telah dibuka dan melayani masyarakat Sumenep sejak September 2025.Layanan tersebut ditujukan untuk menangani berbagai gangguan kesehatan terkait sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria.Beberapa keluhan yang dapat ditangani melalui layanan urologi antara lain gangguan prostat, batu ginjal, infeksi saluran kemih, serta gangguan berkemih.Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, menegaskan komitmen rumah sakit untuk memperluas semua layanan spesialis bagi masyarakat. Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan pasien dengan keluhan prostat maupun saluran kemih bisa kita tangani tanpa harus dirujuk ke Surabaya.

“kami juga menargetkan pengembangan layanan spesialis terus dilakukan agar RSUD dr. H. Moh. Anwar mampu menjadi rujukan utama masyarakat Madura.” Ujarnya. Jum’at (14/08/2026).

Kehadiran layanan Urologi dengan pembiayaan BPJS Kesehatan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau.

Sehingga, masyarakat peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan tersebut sesuai ketentuan dan prosedur pelayanan JKN yang berlaku.

“Kami juga mengimbau masyarakat segera menjadwalkan kunjungan ke RSUD dr. H. Moh. Anwar apabila membutuhkan konsultasi terkait keluhan urologi.” tambahnya.

Sementara itu dengan layanan ini, seluruh masyarakat di kabupaten Sumenep, termasuk wilayah kepulauan, diharapkan tidak lagi menghadapi kendala jarak ketika membutuhkan pelayanan spesialis urologi.(Rus/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

RSUDMA Sumenep Buka Pengaduan 24 Jam, Setiap Keluhan Akan Segera Ditindaklanjuti

IMG-20260814-WA0010


SUMENEP, Kompasmadura.com – Keluhan pasien dan keluarga pasien di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus memperkuat sistem pengaduan dan pelayanan informasi agar setiap keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat.

Direktur RSUDMA Sumenep Erliyati menegaskan setiap keluhan pasien dan keluarga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan rumah sakit. Dengan dibukanya ruang seluas-luasnya bagi pasien maupun keluarga pasien untuk menyampaikan keluhan, kritik, saran, hingga masukan terkait pelayanan rumah sakit.

“Setiap pengaduan kini tidak lagi sekadar menjadi catatan yang berhenti di kotak pengaduan. Tetapi harus ada langkah konkrit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin terbuka, responsif, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan pasien.” Ujar Erliyati, Jumat (14/08/2026).

Menurutnya, setiap pengaduan yang disampaikan masyarakat merupakan bahan evaluasi penting bagi manajemen untuk terus melakukan pembenahan.

“Pengaduan dari masyarakat bagi kami bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian mana yang perlu kami perbaiki dan tingkatkan,”tandasnya.

Bahkan, layanan pengaduan dan informasi di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini disiapkan untuk dapat diakses masyarakat selama 24 jam, sehingga pasien maupun keluarga tidak harus menunggu jam kerja untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan respon.


“Kami ingin masyarakat merasa dilayani dan didengar. Karena itu, komunikasi dan pengaduan menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pelayanan. Kami berupaya agar ketika ada keluhan, ada respons dan tindak lanjut yang jelas,” jelasnya.

Disamping itu peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan modernisasi sarana prasarana medis. Namun, aspek komunikasi dengan pasien dan keluarga juga menjadi perhatian serius.

“Pelayanan kesehatan yang baik harus dibangun dengan sikap ramah, cepat, profesional, serta mampu memberikan kepastian kepada masyarakat.” tuturnya.

Melalui penguatan layanan pengaduan tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep ingin membangun budaya pelayanan yang semakin terbuka. Keluhan pasien tidak dipandang sebagai ancaman terhadap citra rumah sakit, melainkan sebagai masukan berharga untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

“Kami mendorong seluruh jajaran agar memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dan masyarakat tidak ragu menyampaikan apabila menemukan kendala dalam pelayanan. Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Silakan disampaikan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan. Kami akan berusaha menindaklanjuti setiap masukan untuk perbaikan pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar,” tambahnya.(Rus/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Bupati Sumenep Minta Pabrikan Tak Beli di Bawah TIHT

IMG-20260721-WA0061

SUMENEP, Kompasmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep menetapkan harga TIHT (Titik Impas Harga Tembakau) 2026 sebagai acuan minimal pembelian hasil panen petani.

Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/245/KEP/013/2026 tentang penetapan titik impas harga tembakau (TIHT) 2026.

Keputusan tersebut meminta pedagang, gudang, dan pabrikan tidak membeli tembakau petani di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian harga sekaligus melindungi petani dari pembelian dengan harga tidak layak.

“Titik impas ini menjadi pedoman bagi pabrikan maupun gudang dalam menentukan harga beli tembakau Madura. Kami ingin petani mendapatkan harga yang wajar sesuai hasil panennya,” kata Bupati Fauzi di Sumenep, Senin (10/08/2026).

Dalam keputusan itu, sambung Bupati dua periode itu, pemerintah menetapkan titik impas tembakau gunung sebesar Rp69.489 per kilogram.

“Penetapan ini merupakan hasil rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dalam tata niaga tembakau di Sumenep,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut Bupati Fauzi, ketentuan itu menjadi pedoman bagi pabrikan dan gudang dalam menentukan harga pembelian tembakau Madura dari petani.

Bupati Fauzi, juga mengatakan kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga tembakau selama musim pembelian.

“Kami berharap kebijakan ini mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat posisi tawar petani saat memasuki musim panen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penetapan titik impas ini mengacu pada Peraturan Bupati Sumenep Nomor 29 Tahun 2024 tentang Penatausahaan Pembelian Tembakau. Peraturan tersebut kemudian diubah melalui Peraturan Bupati Sumenep Nomor 30 Tahun 2024. (Rie/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Program MBG: BPRS Bhakti Sumekar Ajak Masyarakat Menabung

2026-08-03-18-02-37-Program_MBG_BPRS_Bhakti_Sumekar

SUMENEP, Kompas madura.com – PT BPRS Bhakti Sumekar mengajak masyarakat membangun tujuan keuangan melalui kebiasaan menabung secara rutin dan konsisten melalui program MBG (Mulai Bangun Goals).

Namun ajakan itu disampaikan melalui promosi edukasi bertajuk“Mulai Bangun Goals, Mulai dari Menabung!” yang dipublikasikan melalui akun Facebook resmi BPRS Bhakti Sumekar.

Dalam kampanye tersebut, BPRS Bhakti Sumekar mengingatkan bahwa uang yang cepat habis tidak selalu disebabkan penghasilan yang kurang. Sebaliknya, kondisi itu bisa terjadi karena belum memiliki tujuan keuangan yang jelas sebagai arah dalam mengelola pendapatan.

Pesan utama promosi tersebut menekankan bahwa seluruh impian dapat dimulai dari satu kebiasaan sederhana, yakni menyisihkan uang secara rutin dan konsisten.

Melalui ilustrasi kreatif itu, Bank BPRS Bhakti Sumekar menggambarkan berbagai impian yang dapat diwujudkan melalui kebiasaan menabung. Mulai dari memiliki sepeda motor, telepon genggam terbaru, rumah impian, mobil, biaya pendidikan hingga keberangkatan ibadah umrah.

Selain itu, Bank BPRS Bhakti Sumekar juga menawarkan beragam produk tabungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pilihan tersebut meliputi Tabungan Barokah, Tabungan Umroh, Tabungan Qurban, Tabungan Hari Raya, Tabungan Simpel, dan Tabungan Ukhuwah.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, yang akrab disapa Fajar, mengatakan menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun masa depan secara bertahap.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa setiap impian membutuhkan perencanaan. Menabung secara rutin adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi masa depan,” Kata Dirut H. Fajar. Senin (03/08/2026).

Lebih lanjut menurutnya, BPRS Bhakti Sumekar menghadirkan berbagai pilihan tabungan agar masyarakat lebih mudah menentukan tujuan finansial sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kami menyediakan produk tabungan yang fleksibel, mulai pendidikan, hari raya, qurban, umrah hingga tabungan umum. Harapannya, masyarakat semakin disiplin mengelola keuangan dan mampu mewujudkan impian mereka,” tambahnya

Fajar berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.

“Kebiasaan menabung secara konsisten merupakan fondasi penting untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera dan terencana,” Pungkasnya. (Rie/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Bupati Sumenep Pimpin Apel Gabungan dan Pembukaan Lomba2 Memperingati HUT RI Ke-81

IMG-20260803-WA0063

SUMENEP, Kompasmadura.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai menggema di Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. secara resmi membuka rangkaian perlombaan HUT RI yang diawali dengan apel gabungan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Senin (3/8/2026).

Bahkan apel gabungan tersebut diikuti Wakil Bupati, KH. Imam Hasyim SH MH, Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., para asisten, staf ahli bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Bupati mengajak seluruh peserta apel memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT sekaligus mendoakan para korban musibah kecelakaan kapal di perairan Sumenep.

Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan musibah tersebut.

“Kita awali kegiatan ini dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Di saat yang sama, mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban musibah di perairan Sumenep. Semoga mereka mendapatkan pertolongan terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Bupati Fauzi dihadapan peserta apel gabungan.

Peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum HUT RI harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, serta mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, termasuk yang bertugas di wilayah kepulauan, tetap menyemarakkan HUT RI sesuai kondisi masing-masing. ASN yang tidak dapat hadir secara langsung dapat mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Usai apel, Bupati secara resmi membuka rangkaian perlombaan HUT RI Ke-81 yang ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih dan pecah balon sebagai simbol dimulainya seluruh kegiatan peringatan kemerdekaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Fauzi juga menyerahkan secara simbolis Bendera Merah Putih kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep. Bendera itu selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (Rie/Red)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

TIHT Tembakau Sumenep 2026 Naik

IMG-20260730-WA0112

SUMENEP, Kompas madura. com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) tahun 2026 dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.Kenaikan tersebut berlaku untuk tiga jenis tembakau yang menjadi komoditas utama petani Sumenep, yakni tembakau gunung, tegal, dan sawah.

Penetapan TIHT dilakukan setelah melalui proses pembahasan dan penghitungan bersama dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, TIHT tembakau gunung tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 69.489 per kilogram. Angka itu meningkat Rp 1.560 atau sekitar 2,30 persen dibandingkan TIHT 2025 yang berada pada level Rp 67.929 per kilogram.

Sementara itu, TIHT tembakau tegal tahun ini ditetapkan Rp 64.765 per kilogram atau naik Rp 1.648, sekitar 2,61 persen, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 63.117 per kilogram.Kenaikan paling tinggi secara persentase terjadi pada tembakau sawah. TIHT komoditas tersebut mencapai Rp 48.533 per kilogram, meningkat Rp 2.345 atau sekitar 5,08 persen dibandingkan TIHT 2025 yang sebesar Rp 46.188 per kilogram.

Pihaknya menjelaskan, angka tersebut bukan ditetapkan secara sepihak, melainkan merupakan hasil dari proses pembahasan dan perhitungan secara kolektif bersama pihak-pihak yang berkepentingan dalam tata niaga tembakau.Menurutnya, penetapan TIHT diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani tembakau dan pelaku usaha pengolahan hasil tembakau di Kabupaten Sumenep.

Hasil penghitungan tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan harga impas untuk masing-masing jenis tembakau pada musim panen 2026,” Kamis (30/7/2026).

Namun menurut Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, penetapan TIHT tersebut merupakan hasil dari proses pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.

Adapun kegiatan yang digelar saat ini lebih kepada penyampaian kesepakatan mengenai harga titik impas kepada para pemangku kepentingan.

Pemerintah daerah ingin memastikan kebijakan harga tersebut tetap berpihak kepada petani, mengingat sektor tembakau memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan industri rokok sekaligus penerimaan daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bagi pemerintah daerah, harga titik impas itu selalu menyampaikan kepada seluruh pihak agar berpihak kepada petani. Karena petani ini salah satu pejuang bagi pemerintah daerah,” ujar Fauzi.

Selain itu juga, keberadaan petani dan produsen rokok memiliki peran yang sama-sama penting dalam ekosistem pertembakauan di Sumenep.

Karena itu, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada produsen rokok yang selama ini menyerap tenaga kerja dan menopang perekonomian masyarakat.

Pemkab Sumenep sejak 2021 telah membangun strategi untuk memperkuat industri rokok lokal. Sebab, pemerintah meyakini semakin baik kondisi perusahaan rokok di daerah, maka semakin besar pula peluang harga tembakau petani meningkat. Ucap Fauzi.

Dengan kondisi luas tanam yang semakin terbatas sementara kebutuhan industri disebut cukup besar, pemerintah daerah optimistis persaingan pembelian tembakau akan semakin tinggi. (Rie/Red)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

RSUDMA Sumenep Pastikan Layanan Berkembang, Mayoritas Indikator Lampaui 90 Persen

IMG-20260725-WA0162


SUMENEP, Kompasmadura.com – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Kabupaten Sumenep mencatat mayoritas indikator mutu pelayanan melampaui 90 persen selama Semester I di tahun 2026. Capaian ini memperkuat komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien di Kabupaten Sumenep.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, mengungkapkan indikator mutu menjadi instrumen utama dalam memastikan pelayanan terus berkembang.
“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan serta kepuasan masyarakat,” katanya, Jum’at (24/07/2026).

Diketahui, publikasi indikator mutu Triwulan I dan II 2026 menjadi bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus tolok ukur peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Sedangkan pada Triwulan II 2026, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap juga mencatat kepatuhan 95,14 persen.

Sedangkan kecepatan penanganan pengaduan masyarakat mencapai 89,76 persen. Angka tersebut menunjukkan respons rumah sakit dalam menindaklanjuti keluhan dan masukan pasien. Indikator prioritas rumah sakit turut mencatat hasil positif. Tingkat keterisian tempat tidur mencapai 76,85 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien 5,32 hari.

Sementara pelayanan farmasi juga menunjukkan peningkatan. Rata-rata penyediaan obat racikan berlangsung 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. Ketepatan jadwal tindakan operasi mencapai 92,67 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga efektivitas pelayanan medis.

“Pada Triwulan I 2026, kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen. Ketepatan pelaporan hasil laboratorium kritis tercatat 93,62 persen. Dan kepatuhan jam visite dokter spesialis mencapai 87,45 persen. Sementara kepatuhan edukasi pasien sebesar 90,17 persen dan penerapan hand hygiene mencapai 96,34 persen.”jelasnya.

Lebih lanjut, Dokter Erli sapaan akrabnya menjelaskan, setiap capaian indikator bukan sekadar angka, melainkan bukti kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik. Setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Bersama, kita bangun budaya mutu demi pelayanan yang semakin berkualitas.

“evaluasi indikator mutu akan terus dilakukan secara berkala agar setiap unit pelayanan mampu melakukan pembenahan berkesinambungan.”tandasnya.

Untuk Publikasi capaian tersebut sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(Rus/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

RSUDMA Sumenep Naik Kelas, Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan Makin Modern

IMG-20260712-WA0011


SUMENEP, Kompasmadura.com – Komitmen Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), layanan spesialis, digitalisasi, serta pengembangan layanan jantung dan paru terus dilakukan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengungkapkan rumah sakit yang dinakhodainya terus melakukan transformasi untuk memiliki fasilitas kesehatan yang lebih modern dengan kualitas pelayanan yang terus ditingkatkan dengan pembenahan yang berkelanjutan.

” kami terus melakukan pembenahan berkelanjutan mulai dari peningkatan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan, pengembangan layanan spesialis, modernisasi fasilitas, hingga penerapan sistem pelayanan berbasis digital.” Ujarnya.

Dikatakan, semua inovasi yang dilakukan tersebut ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, aman, dan berkualitas bagi masyarakat, termasuk warga di wilayah kepulauan.

Salah satu capaian terbesarnya adalah keberhasilannya meningkat menjadi rumah sakit tipe B. Status tersebut menandai bertambahnya kapasitas pelayanan sekaligus kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus-kasus medis yang lebih kompleks tanpa harus banyak merujuk pasien ke luar daerah.

“Peningkatan status rumah sakit merupakan amanah untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan berkualitas,” tandasnya.

Sedangkan dalam mewujudkan komitmen tersebut dilakukan melalui penguatan berbagai layanan strategis, seperti instalasi gawat darurat (IGD), intensive care unit (ICU), pediatric intensive care unit (PICU), hingga neonatal intensive care unit (NICU).

Selain itu, RSUDMA juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan jantung dan paru sebagai layanan unggulan yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep Fasilitas & Layanan Medis.

“Transformasi pelayanan juga melakukan penerapan sistem digitalisasi. Masyarakat kini dapat memanfaatkan layanan pendaftaran dan antrean secara daring sehingga proses mendapatkan pelayanan menjadi lebih praktis, efisien, dan mampu memangkas waktu tunggu pasien.” Tambahnya.

Sementara itu RSUDMA juga berhasil meraih akreditasi Paripurna Bintang Lima, predikat tertinggi dalam penilaian mutu rumah sakit di Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan rumah sakit telah memenuhi standar nasional, baik dari aspek keselamatan pasien, tata kelola, maupun kualitas layanan kesehatan. (Rus/Nin)

Baca Selengkapnya