close

SUMENEP

SUMENEP

Bupati Sumenep Resmi lantik Sembilan Pejabat Eselon II

IMG-20260114-WA0100

SUMENEP, Kompasmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melakukan langkah strategis besar dengan merombak jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Sebanyak sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) resmi dimutasi dan dilantik pada tahun 2026 yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (14/1/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.. Mutasi ini ke sektor-sektor krusial yang menjadi peran utama pelayanan publik, mulai dari pendapatan daerah, pendidikan, pembangunan desa, sosial, hingga investasi dan ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menegaskan bahwa mutasi tersebut bukan sekadar rotasi jabatan rutin, melainkan bagian dari desain besar penguatan kinerja birokrasi.

“Mutasi ini bukan formalitas atau seremonial saja, Tetapi ini sebagai langkah strategis untuk memastikan roda pemerintahan bergerak lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berdampak bagi masyarakat,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Dari sembilan pejabat yang dilantik yakni Ferdiansyah sebagai Kepala Bapenda, Agus Dwi Saputra sebagai Kepala DPMD, Moh. Iksan sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Anwar Syahroni sebagai Kepala DLH, Rahman Riadi sebagai Kepala Dinsos P2A.

Selain itu juga Heru Santoso sebagai Kepala DPMPTSP, Mustangin sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Faruk Hanafi sebagai Kepala Disbudporapar, serta Beni Irawan sebagai Kepala BKPSDM.

Bupati Fauzi menekankan bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata dan pelayanan publik yang berkualitas.

Prosesi pelantikan berlangsung lancar serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta pejabat struktural di lingkungan Pemkab Sumenep.

Dengan perombakan ini, Pemkab Sumenep menargetkan birokrasi yang lebih gesit, responsif, dan berorientasi , sekaligus memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sumenep. (Rie/Red)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Kaya Inovasi, Mulai Layanan Operasi Tanpa Pisau hingga Layanan Digital Modern

IMG-20250627-WA0032


SUMENEP, Kompasmadura.com – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, selalu kaya akan Inovasi dan mampus menunjukkan kemajuan pesat dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat.

Sejak kepemimpinan dr. Erliyati, rumah sakit milik Pemkab Sumenep ini bertransformasi menjadi institusi medis modern yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasien.

Salah satu terobosan terbaru yang mencuri perhatian adalah penerapan prosedur Radio Frequency Ablation (RFA) untuk pengobatan tumor tiroid jinak. Prosedur ini tidak memerlukan operasi besar, cukup melalui tusukan kecil menyerupai jarum.

Metode ini menjadikan penanganan lebih cepat, minim risiko, dan pasien bahkan bisa pulang di hari yang sama tanpa perlu rawat inap.

Dengan inovasi tersebut, RSUDMA Sumenep menjadi rumah sakit pionir di Madura dalam menerapkan teknologi medis mutakhir ini.
Selain kemajuan di bidang medis, RSUDMA juga melakukan digitalisasi layanan secara menyeluruh.

Sistem antrean elektronik, pendaftaran poliklinik online, hingga pembayaran non-tunai via virtual account kini diterapkan demi meningkatkan kenyamanan dan efisiensi.

“Langkah-langkah ini kami lakukan untuk mempercepat proses administrasi, mengurangi antrean panjang, dan memberikan kenyamanan maksimal kepada pasien,” ujar dr. Erliyati, Senin (12/1/2026).

Dari sisi pelayanan, rumah sakit kini menambah sejumlah layanan spesialistik baru, seperti Poli Nyeri, layanan kemoterapi, dan patologi anatomi.
Kehadiran Gedung Poli Terpadu dengan fasilitas modern dan ruang tunggu yang nyaman menjadi bukti komitmen RSUDMA menghadirkan layanan berkualitas dan berorientasi pada kemanusiaan.

Tidak hanya fokus pada layanan kuratif, rumah sakit juga menyediakan fasilitas tambahan, seperti CT Scan kedua, layanan MRI, serta program sosial “La Sehat” yang membantu transportasi pasien pulang ke rumah.

“Seluruh inovasi ini memperkuat posisi RSUD Sumenep sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Pulau Madura,” pungkasnya.(Rus/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Tujuh Layanan Edukasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tingkatkan Status Layanan Terbaik Di Madura

IMG_20251025_101704


SUMENEP, Kompasmadura.com – Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep yang terus-menerus ditingkatkan semenjak Direkturnya dr. Erliyati, ternyanta mampu menjadikan rumah sakit milik pemerintah kabupaten Sumenep ini mengalami peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B setelah melewati proses verifikasi dan penilaian ketat.

Ini berarti rumah sakit tersebut telah memenuhi standar pelayanan kesehatan yang lebih tinggi dan siap menangani kasus-kasus medis kompleks tanpa perlu merujuk pasien ke luar daerah.

Beberapa fasilitas unggulan yang dimiliki RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep antara lain:

  • Unit Gawat Darurat (UGD) 24 Jam: dengan alat medis modern untuk memberikan pelayanan darurat yang cepat dan tepat.
  • Ruang ICU: lebih luas untuk menangani pasien kritis dengan peralatan lengkap dan sistem monitoring terkini.
  • Radiologi: sebagai ruang edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya radiasi dan cara pencegahannya.
  • CT Scan dan MRI: untuk membantu diagnosis penyakit dengan lebih akurat.
  • Gedung Poli Terpadu: dengan fasilitas modern dan ruang tunggu yang nyaman untuk meningkatkan kualitas layanan.
    RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep juga telah menerapkan beberapa inovasi, seperti:
  • Radio Frequency Ablation (RFA): prosedur pengobatan tumor tiroid jinak tanpa operasi besar.
  • Digitalisasi Layanan: antrean elektronik, pendaftaran poliklinik online, dan pembayaran non-tunai untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien.
    Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menyatakan bahwa rumah sakit yang di pimpinnya tersebut berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat .
    ” syukurlah kita bisa merealisasikan beberapa layanan memang diharapkan dan dibutuhkan masyarakat khususnya di kabupaten Sumenep, agar mereka tidak lagi berpikir untuk rujuk ke rumah sakit di luar daerah,” tandas Erliyati belum lama ini.

  • Kemajuan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep memang bukan kaleng-kaleng dan sudah terbukti. Bahkan, beberapa media telah banyak menulis layanan yang semakin meningkat sejak kepemimpinan dr. Erliyati dan bahkan sudah banyak menorehkan prestasi terbaik di Madura.

  • ” Bahkan kalau kita ingin tahu’ apa keunggulan dan informasi layanan terbaru dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep ini, Meta AI pun akan menjawabnya dengan jelas lengkap dengan referensi sejumlah media yang menulis,” ujar Subhan, salah seorang jurnalis di Sumenep.(Rus/Nin)
Baca Selengkapnya
SUMENEP

Pesan Bupati Sumenep Saat Pimpin Apel Gabungan Memberi Penekanan Serius Pada Etika Komunikasi ASN kepada masyarakat

IMG-20251222-WA0032

SUMENEP, Kompasmadura.com – Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. memimpin langsung apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dirangkai dengan penyerahan Reward Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025, Senin (22/12/2025), di halaman Kantor Pemkab Sumenep.

Dalam apel yang dihadiri Wakil Bupati, jajaran Asisten Sekdakab, pimpinan OPD, pejabat eselon III dan IV, serta pejabat fungsional tersebut.

Bupati juga menegaskan bahwa kinerja birokrasi tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, melainkan harus terstruktur, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Bupati menyampaikan rasa syukur atas cuaca cerah yang mengiringi apel gabungan, seraya mendoakan seluruh ASN agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Selain soal kinerja, Bupati juga memberi penekanan serius pada etika komunikasi aparatur kepada masyarakat. Dengan mengusung semangat “Bismillah Melayani”, ia mengingatkan agar tidak ada ruang bagi keluhan publik akibat sikap atau komunikasi yang tidak tepat.

Selanjutnya mengingatkan kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi, serta meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan tanggung jawab sesuai tugas masing-masing.

Dirinya menegaskan pentingnya percepatan realisasi program dan anggaran Tahun 2025, sebagai bentuk keseriusan Pemkab Sumenep dalam menjaga kepercayaan publik dan pemerintah pusat.(Rie/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Kades Setempat : Apresiasi Tinggi Terhadap Pelaksanaan Kemah Hijau yang di Gelar oleh DLH Sumenep 

IMG-20251214-WA0151_copy_1197x864

SUMENEP, Kompasmadura.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Kemah Hijau sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 13–14 Desember 2025, di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Kemah Hijau tidak berhenti pada agenda simbolik, Bahkan DLH Sumenep memusatkan kegiatan pada aksi nyata pelestarian lingkungan, mulai dari bersih-bersih pantai, edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir. Edukasi lingkungan disampaikan langsung oleh tim DLH Kabupaten Sumenep bersama DLH Provinsi Jawa Timur.

Peserta dibekali pemahaman tentang dampak sampah terhadap ekosistem laut serta pentingnya perubahan perilaku dalam mengelola limbah rumah tangga.

Kegiatan itu melibatkan berbagai elemen pendidikan, mulai dari perguruan tinggi, SMA, SMP hingga sederajat, sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi dalam menjaga lingkungan pesisir.

Pihaknya menegaskan bahwa Kemah Hijau dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ucap Plt Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni,

Ia juga menambahkan, penanaman mangrove menjadi langkah strategis untuk menjaga garis pantai dari abrasi sekaligus memperkuat ekosistem pesisir yang selama ini rentan terhadap kerusakan.

Sementara itu, Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh, S.Pd.I., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kemah Hijau yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep di Pantai Matahari.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.

Aksi bersih pantai, edukasi pengelolaan sampah, hingga penanaman mangrove menjadi langkah konkret dalam menjaga ekosistem laut dan mencegah kerusakan lingkungan di wilayah pesisir Desa Lobuk.

Kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melibatkan masyarakat desa secara lebih luas, sehingga kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Tambahnya

Pemerintah Desa Lobuk siap bersinergi dengan DLH Sumenep di berbagai pihak dalam mendukung program pelestarian lingkungan demi keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Rie/Nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Bupati Sumenep : Sigap Tangani Jembatan Ambruk di Giligenting

IMG-20251205-WA0151

SUMENEP, Kompasmadura.com — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bergerak cepat menangani ambruknya jembatan penghubung antara Desa Bringsang dan Aenganyar di Kecamatan Giligenting pada Jumat (5/12/2025).

Namun jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga untuk aktivitas harian tersebut runtuh secara tiba-tiba hingga menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka.

Peristiwa itu sontak membuat aktivitas masyarakat terganggu. Jalur utama yang biasa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat terputus total.

Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk bisa menuju ke pusat desa maupun kecamatan. Selain menimbulkan kerugian material, insiden itu juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses paling cepat yang menghubungkan dua desa.

Begitu menerima laporan, Bupati Achmad Fauzi langsung menginstruksikan agar penanganan darurat dilakukan secepatnya.

Kepada para korban luka-luka, Bupati memberikan santunan berupa bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral.

“Tadi kita telah memberikan santunan kepada korban serta memerintahkan PUTR untuk turun langsung,” ujar Achmad Fauzi , Jumat (5/12/2025).

Selain memberikan bantuan, Bupati juga memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep untuk melakukan pengecekan teknis dan mengidentifikasi penyebab kerusakan.

Ia meminta agar penanganan sementara segera dilakukan agar akses warga tidak terhambat terlalu lama. Dalam waktu dekat, PUTR juga akan menyiapkan langkah rekonstruksi agar jembatan dapat kembali digunakan secara normal.

Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia berkomitmen memastikan proses perbaikan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas warga Bringsang dan Aenganyar dapat kembali berjalan normal.

“Kami pastikan pemerintah daerah hadir dan bergerak cepat. Jembatan ini sangat penting bagi warga, dan harus segera difungsikan kembali,” tegasnya.

Dengan respons cepat tersebut, masyarakat berharap perbaikan jembatan dapat segera terealisasi sehingga mobilitas dan kegiatan ekonomi warga di Pulau Giligenting kembali lancar.(rus/nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Bupati Sumenep : Menanam bibit pohon dalam rangka memperluas ruang terbuka hijau

3da793188f4ae3ae094b07fec9c0371eb7b34e0e

SUMENEP, Kompasmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman bibit pohon.

DLH bekerja sama dengan Medco Energi Madura menanam ribuan bibit pohon, di areal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Tanonggul, Desa Torbang Kecamatan Bantuan, Selasa (02/12/2025).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pihaknya menanam bibit pohon dalam rangka memperluas ruang terbuka hijau, serta mendukung strategi mitigasi perubahan iklim.

“Pembangunan lingkungan berkelanjutan merupakan investasi jangka panjang, sehingga kegiatan ini merupakan langkah konkret, dalam menjaga kualitas lingkungan yang memiliki peran strategis, sebagai penyangga ekosistem dan ruang publik hijau,” kata Bupati di sela-sela penanaman bibit pohon, di Hutan Kota.

Pihaknya memandang bahwa bibit pohon yang terus tumbuh bukan sekadar memberikan dampak ekologis sesaat, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang, mengingat setiap bibitnya adalah harapan bagi lingkungan yang lebih sehat di masa depan.

“Kegiatannya bukan seremonial, karena menanam pohon untuk masa depan daerah sebagai hutan kota yang menjadi paru-paru untuk menjaga kualitas udara,” jelasnya

“Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi dilanjutkan dengan perawatan yang baik, supaya pohonnya bisa tumbuh optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.

Bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen, untuk memperluas gerakan penghijauan ke wilayah lain yang membutuhkan penanganan lingkungan, khususnya di area rawan kekeringan dan minim tutupan hijau.

“Kami mengupayakan kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang, dalam menciptakan lingkungan yang lebih asri, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni mengatakan, penanaman bibit pohon merupakan CSR Medco Energi Madura sebesar seratus juta untuk sebanyak 1.300 bibit pohon.

Sebanyak 1.300 bibit pohon ini terdiri dari akasia sebanyak 175 pohon, sukun 250 pohon, gayam 250 pohon, mahoni 250 pohon dan matoa sebanyak 275 pohon. (Rie/Red)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

IWO Dan UPI Sumenep Lakukan MOU Pada Momentum Seminar Jurnalistik

IMG-20251127-WA0085


SUMENEP, Kompasmadura.com – Pada momentum seminar jurnalistik bertema “hukum dan kebebasan Pers, perlindungan jurnalis di tengah tekanan dan tuntutan publik”, yang digelar Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep bekerja sama dengan Universitas PGRI (UPI) Sumenep, sekaligus juga dilakukan penandatanganan Memories Of Understanding (MOU) Antara IWO dan UPI Sumenep, disaksikan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, bertempat di Gedung Pertemuan UPI Sumenep, Kamis (27/11/2025).

Selain itu IWO Sumenep juga memberikan cendramata dan piagam penghargaan yang diserahkan Ketua IWO Sumenep kepada Wabup dan Rektor UPI Sumenep, dilanjutkan pemberian piagam penghargaan kepada para nara sumber seminar, Ibnu Hajar (wartawan senior), Hairul Anwar (komisi I DPRD Sumenep), AKP Agus Rusdianto (Polres Sumenep) dan moderator Samsul Arifin (Harian Bhirawa.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melalui Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan seminar jurnalistik ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa serta membuka ruang untuk berdiskusi tentang hukum dan kebebasan pers.
“Pers merupakan pilar keempat demokrasi yang di dalamnya merekat sebagai fungsi kontrol sosial, penyebaran informasi, pendidikan publik serta ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Wabup dihadapan peserta seminar Pers, para mahasiswa Prodi bahasa dan sastra Indonesia.

Diakui Wabup Pers disamping kritis juga bertanggung jawab, sehingga sebuah pemerintahan dapat berjalan secara transparan dan akuntabel. Karena tidak boleh menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi oleh para jurnalis hari ini di tengah derasnya informasi digital tekanan publik yang semakin tinggi hingga pekerjaan jurnalis menjadi semakin kompleks.

Yakni, satu sisi masyarakat menuntut kecepatan informasi, sisi lain jurnalis berkewajiban menjaga akurasi verifikasi dan integritas berita agar tidak terjebak pada miss informasi dan dis informasi. Sehingga, perlindungan terhadap profesi jurnalis menjadi semakin penting.

“Kita menyadari bahwa hingga hari ini masih terdapat jurnalis yang mengalami bentuk-bentuk intimidasi, kekerasan, kriminalisasi ataupun tekanan yang datang dari berbagai pihak,” ujarnya.

Karenanya, menurut Wabup, pemerintah kabupaten Sumenep berkomitmen untuk selalu membuka ruang kerja sama yang konsumtif dengan rekan-rekan media, karena pemerintah membutuhkan Pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program pembangunan, mengedukasi masyarakat serta menjaga iklim demokrasi tetap sehat.

“Kami sadar bahwa kritik adalah bagian penting dari proses pembangunan kritik yang konstruktif akan menjadi energi bagi kami untuk memperbaiki diri sebaliknya kami juga berharap agar pemberitaan yang senantiasa berimbang berdasarkan dan mengedepankan kepentingan publik” tambahnya.

Sedangkan Rektor Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Asmuni, mengakui pentingnya pemahaman terhadap jurnalistik lebih luas lagi khususnya bagi mahasiswa UPI Sumenep yang memang menjadi salah satu materi kuliah wajib bagi mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Bahkan diakui Asmuni, jika di UPI Sumenep memiliki Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika, yang menaungi, menjembatani dan mengasah mahasiswa yang suka dengan jurnalistik. Hingga salah satu Ketua LPM Retorika demisioner menjadi Sekjen lembaga Pers Mahasiswa Nasional.

Dengan mencermati perkembangan teknologi informasi yang luar biasa saat ini, maka perlu ada program khusus bagi mahasiswa untuk bagaimana lebih memahami dan mendalami jurnalis dengan baik.

‘Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menyampaikan informasi tapi juga edukasi bagi mahasiswa. Dan kami tidak hanya kerjasama dengan IWO Sumenep, namun organisasi maupun media lainnya kami terbuka bekerjasama untuk melatih kaderisasi jurnalistik bagi mahasiswa kami,”tandasnya.

Sementara Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain, menjelaskan Pers memiliki posisi yang sangat penting sebagai pilar keempat demokrasi, penjaga transparansi, penyampai kebenaran, dan sekaligus sebagai kontrol sosial atas jalannya pemerintahan.

“Kita memahami bahwa menjadi jurnalis saat ini tidaklah mudah. Tekanan publik semakin kuat, ancaman hukum dan keselamatan sering mengintai, dan tuntutan untuk menjaga profesionalisme serta etika semakin tinggi.” ujarnya .

Diakui Imam, jika tidak jarang jurnalis menghadapi intimidasi, kekerasan, bahkan upaya kriminalisasi hanya karena menjalankan tugas mulia mencari kebenaran.

Karena itu, seminar ini menjadi ruang dialog yang sangat penting untuk membahas beberapa point, yakni kebebasan pers tetap terlindungi oleh hukum, jnurnalis dapat bekerja aman dan merdeka, kode etik dan tanggung jawab publik tetap dijunjung tinggi, serta k.olaborasi pemerintah, akademisi, dan media dapat memperkuat ekosistem pers yang sehat.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat terbangun kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan jurnalis, terjalinnya kolaborasi nyata antara media, kampus, pemerintah, dan penegak hukum. Serta terwujudnya solusi dan rekomendasi konstruktif atas problem teknis maupun etis profesional jurnalis di lapangan.”pungkasnya. (rus/nin)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

Wabup Sumenep : Berterima kasih pada guru atas dedikasi dalam memberikan yang terbaik bagi pendidikan putra-putri masyarakat

a3cfb321b5f47e0442b0b1207b28bf915316e496

SUMENEP, Kompasmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru, atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam memajukan dunia pendidikan di daerah.

Selanjutnya di Kabupaten Sumenep tidak bisa tercapai tanpa peran para guru yang bekerja tanpa mengenal lelah, baik bertugas di daratan maupun kepulauan, sekolah negeri maupun swasta, dari lembaga PAUD hingga SMA.

“Kami berterima kasih pada guru atas dedikasi, kesabaran, dan ketulusan dalam memberikan yang terbaik bagi pendidikan putra-putri masyarakat,” kata Wakil Bupati KH. Imam Hasyim di sela-sela Apel Memperingati Hari Guru Nasional 2025, di Kantor Bupati, Kamis (27/11/2025). 

Para guru sebagai “pilar utama peradaban” telah menjadi motor perubahan di tengah masyarakat, melalui sentuhan pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai moral, serta membangun pondasi kehidupan bagi generasi masa depan.

“Mereka hadir sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menjalankan tugas mulia untuk melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan berdaya saing,” terangnya.

Wabup menyatakan, pihaknya memahami tugas guru tidak semakin ringan seiring  perkembangan teknologi, perubahan kurikulum, peningkatan tuntutan kompetensi, serta tantangan sosial masyarakat menjadi bagian nyata dari dunia pendidikan. 

Pemerintah Kabupaten Sumenep selain melangsungkan Apel Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) juga menggelar Apel HUT Ke-54 KORPRI 2025.

“Kami mengajak seluruh anggota KORPRI Kabupaten Sumenep meningkatkan kompetensi, menjaga disiplin, menjunjung tinggi integritas, dan memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkeadilan,” ujar Wabup.

Pihaknya mengajak guru dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumenep untuk merawat energi kebersamaan, solidaritas, dan semangat perubahan, dalam rangka membangun daerah lebih baik. (Rie/Red)

Baca Selengkapnya
SUMENEP

PWRI Bersama Pemkab Sumenep Matangkan Agenda Besar Menuju Porprov 2027

IMG-20251119-WA0054

SUMENEP, Kompasmadura.com – Upaya memperkuat pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 mulai digerakkan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep mengundang pemerintah daerah, akademisi, Komisi IV DPRD dan pengurus cabang olahraga dalam forum group discussion (FGD) untuk merumuskan langkah konkret menghadapi ajang olahraga terbesar di Jawa Timur itu.

Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono mengatakan, FGD ini menjadi ruang bersama untuk menyatukan pemikiran para pemangku kepentingan olahraga yang selama ini berjalan terpisah.

PWRI, melalui diskusi ini, ingin memastikan persoalan dan kebutuhan cabor tidak hanya berhenti pada pemberitaan, tetapi dipertemukan langsung dalam satu forum.

“Selama ini banyak masalah pembinaan yang hanya muncul dalam pemberitaan. Hari ini kami pertemukan semua pihak agar solusi bisa dirumuskan bersama,” ujar Rusydiyono, Rabu (19/11) pagi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mahrus Ali, anggota PWRI yang konsisten mengawal isu olahraga melalui liputan dan analisis. Semua laporan Mahrus, kata dia, akan terus diperkuat melalui dukungan pemberitaan PWRI.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Imam Hasyim, yang hadir dalam forum tersebut, menyampaikan bahwa inisiatif PWRI sejalan dengan kebutuhan daerah dalam menyusun strategi menuju Porprov 2027.

Menurutnya, olahraga bukan lagi sekadar kompetisi, tetapi telah menjadi identitas daerah serta instrumen pembentukan karakter generasi muda.

“FGD ini penting sebagai momentum menyusun langkah strategis dan peta jalan pembangunan olahraga agar Sumenep mencapai prestasi yang membanggakan pada Porprov 2027,” ujar Wabup Imam.

Ia juga menyoroti masalah klasik berupa perekrutan atlet Sumenep oleh daerah lain menjelang Porprov, dan menegaskan perlunya aturan jelas untuk melindungi talenta lokal.

“Pembinaan dari bawah akan percuma jika pada akhirnya atlet kita dikontrak daerah lain. Harus ada ketegasan hitam di atas putih agar hal ini tidak terulang,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Wabup Imam menyebut tiga fokus utama pembenahan olahraga menuju Porprov 2027:

  1. Pembinaan atlet berbasis data dan potensi lokal, mulai dari sekolah, kecamatan, hingga komunitas.
  2. Perbaikan dan penyediaan infrastruktur olahraga, termasuk stadion, lapangan, dan ruang publik agar layak digunakan secara berkelanjutan.
  3. Penguatan SDM kepelatihan dan manajemen olahraga, melalui sertifikasi pelatih dan penguatan organisasi cabang olahraga.

Dengan strategi yang terarah, ia optimistis Sumenep dapat bersaing dan meraih prestasi lebih baik pada Porprov 2027 mendatang.

Dalam forum itu, Rusydiyono juga menegaskan, bahwa PWRI siap mengawal aspirasi pembangunan Sport Center yang selama ini menjadi harapan banyak pengelola olahraga di Sumenep.

Ia berharap, rencana tersebut dapat menjadi salah satu capaian penting pemerintahan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo-Imam Hasyim.

“Kami akan terus mengawal dari sisi pemberitaan. PWRI memberikan ruang khusus untuk perkembangan olahraga Sumenep,” imbuhnya.(MH/Nin)

Baca Selengkapnya