Menu ✖

Otomatis
Breaking News

SUMENEP

Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Terima Keadaan Dengan Pasrah

badge-check

Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Terima Keadaan Dengan Pasrah Perbesar

SUMENEP, Kompasmadura.com – Jembatan di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dikeluhkan warga. Pasalnya jembatan penghubung antara Dusun Lenteng dan Dusun Montorna itu ambruk tahun 2018 lalu, namun samapi saat ini belum diperbaiki. Sabtu, (20/04/2019)

Saat ini warga ketika melintas di jembatan tersebut, harus turun ke sungai, termasuk kendaraan roda dua. “Sudah satu tahun lebih jembatan yang ambruk, tapi belum diperbaiki. Padahal, jembatan itu merupakan akses utama antar dusun,” kata Mansur, Warga Desa Montorna, pada media ini.

Akibat keterbatasan itu kata Mansur, warga harus ekstra hati-hati saat menyeberangi sungai. Selain licin, juga berpotensi terjadi banjir yang mengakibatkan warga terjatuh.

“Kalau hujan deras sungai ini meluap, makanya jembatan itu sampai ambruk semisal air datang secara tiba-tiba saat warga melintas, ya dipastikan tidak bisa diselamatkan. Semoga saja cepat diperbaiki sebelum ada korban jiwa,” keluhnya.

Sebenarnya, lanjut Mansur, Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membangun jembatan alternatif pasca ambruknya jembatan itu, namun tidak bertahan lama. Karena jembatan alternatif itu terbuat dari bambu.

“Pernah ada jembatan alternatif bantuan Penanganan Bencana Alam, namun bambunya roboh dihantam banjir,” ungkapnya.

Selain jembatan sambung pria mantan aktivis Malang itu, kondisi infrastruktur jalan juga sangat memprihatinkan. “Saat musim penghujan, kondisi jalan berlumpur, sehingga juga perlu perhatian pemerintah, mengingat jumlah penduduk di dua dusun tersebut sangat padat, yakni lebih 700 orang,” jelasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Moh. Jakfar mengatakan, tahun ini telah mengajukan anggaran sebesar Rp1,9 miliar untuk perbaikan sejumlah jembatan yang ambruk.

“Kemarin kami anggarkan mendahului PAK sebesar Rp 1,9 M,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya.

Anggaran tersebut akan dipergunakan pembangunan sejumlah jembatan yang ambruk tahun 2018 lalu, diantaranya jembatan di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, jembatan penghubung Kecamatan Manding dan Kecamatan Batu Putih dan Jembatan Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan.

Kendati begitu kata dia, hingga saat ini belum mengetahui apakah anggaran yang diajukan sudah disetujui untuk direalisasikan atau tidak. “Belum tahu disetujui atau tidak di PAK, kalau disetujui akan dikerjakan, tapi kalau tidak disetujui karena keterbatasan dan lain, maka akan dianggarkan kembali di PAK,” ungkapnya.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat demi meningkatkan taraf perekonomian kedepan. “Ini kami lakukan tiada lain agar semuanya rasakan, kami berupaya untuk memperlancar masayarakat,” tegasnya. [Hend/Nin]

Baca Lainnya

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pedagang Pasar Kembangkan Usaha Lewat Pembiayaan Berani Mekar

23 Okt 2026 - 18:14 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pedagang Pasar Kembangkan Usaha Lewat Pembiayaan Berani Mekar

DPRD Sumenep Sahkan APBD 2027 Rp2,26 Triliun, Banggar: Fokus Kesehatan Kepulauan dan Rumah Ibadah

23 Okt 2026 - 10:35 WIB

DPRD Sumenep Sahkan APBD 2027 Rp2,26 Triliun, Banggar: Fokus Kesehatan Kepulauan dan Rumah Ibadah

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Budaya Hidup Bersih dan Sehat

21 Okt 2026 - 14:15 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Budaya Hidup Bersih dan Sehat

PPPK Kemenag Bisa Ajukan Pembiayaan Syariah BPRS Bhakti Sumekar Lewat Kantor Cabang

19 Okt 2026 - 21:34 WIB

PPPK Kemenag Bisa Ajukan Pembiayaan Syariah BPRS Bhakti Sumekar Lewat Kantor Cabang

Pemkab Sumenep Berharap Gerakan Pembacaan Surah Al-Waqi’ah Menjadi Tradisi Dalam Memperingati Hari-hari Besar Daerah

19 Okt 2026 - 12:36 WIB

Pemkab Sumenep Berharap Gerakan Pembacaan Surah Al-Waqi’ah Menjadi Tradisi Dalam Memperingati Hari-hari Besar Daerah
Trending di SUMENEP