SUMENEP, Kompasmadura.com — Antusiasme masyarakat mengikuti Run IDI Run dalam rangka Hari Bhakti Nasional dan hari ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Sumenep melampaui ekspektasi panitia.
Dari target awal hanya 600 peserta, kegiatan yang digelar pada Minggu (27/9/2026) di Stadion GOR A. Yani, Panglegur, Sumenep, tersebut justru diikuti sebanyak 1.180 peserta.
Pesertanya pun tidak hanya berasal dari Sumenep. Sejumlah peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Banyuwangi, Pasuruan, serta sejumlah kabupaten di Madura.
Ketua IDI Sumenep bersama para anggota turut hadir. Sejumlah pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya juga ikut meramaikan kegiatan olahraga tersebut.
Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH, MH mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti RUN IDI RUN dengan penuh semangat.
“RUN IDI RUN menjadi kegiatan positif untuk mengajak masyarakat bergerak, berolahraga, dan membangun kebiasaan hidup sehat.” kata Bupati Fauzi di sela-sela kegiatan.
Menurut Bupati Fauzi, olahraga bersama dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebugaran.
Ia berharap semangat yang terlihat dalam kegiatan tersebut tidak berhenti ketika peserta mencapai garis finish. Kebiasaan olahraga perlu terus dijaga.
“Kami berharap semangat olahraga ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumenep sehari-hari.” tambahnya.
Ketua IDI Kabupaten Sumenep, dr. Rifmi Utami, M.Kes, mengatakan tingginya antusiasme tersebut menunjukkan olahraga, khususnya running, memiliki daya tarik yang besar di tengah masyarakat.
Namun menurutnya, semangat berolahraga tidak seharusnya berhenti pada tren atau sekadar mengikuti fenomena running yang sedang populer.
“Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Karena running ini fleksibel, bisa menjangkau semua kalangan. Meskipun gak lari, kan bisa jalan cepat,” katanya.
Pihaknya menegaskan, olahraga merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat.
Baginya, membiasakan diri berolahraga juga merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mencegah munculnya penyakit.
“ Dengan mengajak masyarakat hidup sehat adalah salah satu cara agar masyarakat bisa mencegah timbulnya berbagai penyakit. Kan lebih baik mencegah dari pada mengobati,” ujarnya. (Rie)


















