close
SUMENEP

Mahasiswa Demo, Tuding Disparbudpora Sumenep Belum Mampu Jalankan Program Tahun Kunjungan Wisata

IMG_20180306_185525

SUMENEP, kompasmadura.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar), tak henti-hentinya mempertanyakan Program Visit Sumenep Years 2018. Kali ini, Mahasiswa Demo ke Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (06/03) Sekitar pukul 09:00 Wib.

Koordinator lapangan aksi (Korlap aksi) Mahmud Amin menilai, Pemerintah belum mampu mengembangkan objek wisata yang ada. Terbukti hampir semua wisata tidak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), dan  banyak tidak tergarap secara maksimal.

Pria yang aktif juga Aktif di PMII Cabang Sumenep itu, meneriakkan bahwa ketidakseriusan pemerintah, terlihat dengan tidak adanya gran desain, dan hanya mengacu kepada Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten.

“Kalau tidak memiliki gran desain, wisata ini akan dikelola seperti apa, kami meragukan program ini sukses terlaksana.” teriaknya, Selasa (06/03/2018).

Dirinya juga menyayangkan, hanya tiga wisata Gili Yang, Pantai Sembilan, dan Gili Labak, di tawarkan kepada wisatawan. Sementara dua wisata Pantai Lombang, dan Slopeng kondisinya memprihatinkan, padahal kedua wisata itu, menjadi ikon Kabupaten Sumenep.

“Kedua wisata itu, dahulu menjadi primadona wisatawan, namun kini seakan tidak diperhatikan, padahal menyumbangkan pendapatan aset daerah. Malah program visit menawarkan destinasi wisata milik swasta.”Keluhnya.

Sementara Bidang kepariwisataan Disparbudpora Ahkmad Halili, menanggapi keluhan dari mahasiswa, tudingan mahasiswa bahwa Disparbupora belum siap membangun objek wisata, dirasa tidak. Pengembangan wisata di Sumenep, berdasar pada  Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB), yakni berbasis masyarakat.

“Kami tidak melupakan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep, kami terus mendorong potensi wisata yang ada.”kata Akhmad Halili

Sedangkan langkah Disparbudpora sendiri, untuk menyelamatkan objek-objek wisata, telah membentuk serta membina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), karena objek wisata merupakan aset yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Kami sudah bentuk Pokdarwis untuk menjaga, merawat dan turut mengembangkan wisata di Sumenep,”pungkasnya. [die/Nin].

Tags : Demo