close
Jatim

Gubernur Jatim Tegaskan Pekerja Migran dan Pemudik Mohon Bersedia di Karantina 14 Hari

IMG_20200410_230115

SURABAYA, Kompasmadura.com – Sementara Jumlah desa/kelurahan di Jatim yang memiliki ruang observasi untuk kasus Covid-19 terus bertambah. Per hari Jumat (10/4/2020), total sudah terdapat sebanyak 3.631 desa/kelurahan yang memiliki ruang observasi atau setara 47,02 persen.

Namun berdasarkan data tersebut, terdapat kenaikan cukup signifikan karena data sehari sebelumnya Kamis (9/4/2020), jumlah ruang observasi yang tersedia 2.527 atau setara 29,9 persen.

“Setelah kita koordinasi kemarin bersama Forkopimda Jatim, dan kabupaten/kota, kita dapat update hari ini bahwa jumlah ruang observasi yang tersedia sudah mencapi 47,02 persen, atau mencapai 3.631. Kita harap jumlah ruang observasi berbasis desa/kecamatan ini jumlahnya akan terus bertambah,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (10/4/2020) malam.
Gubernur Jatim yang lekat disapa Khofifah ini menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh aparat desa maupun kelurahan yang telah menyediakan tempat untuk ruang observasi.

Di mana, ruangan ini akan digunakan oleh para pekerja migran maupun pemudik utamanya yang datang dari daerah episentrum untuk observasi atau isolasi selama 14 hari.

“Kami mohon dengan sangat bagi para pemudik yang baru datang untuk melakukan proses observasi atau isolasi atau karantina selama 14 hari. Ini untuk kebaikan kita, keluarga kita, serta lingkungan sekitar kita,” ujar Khofifah. (Tim/nin)

Tags : Gubernur jatim