close
SUMENEP

Gubernur Jawa Timur Turun Langsung ke Sumenep, Menyikapi melonjaknya kasus campak

IMG-20250823-WA0018
Foto : Samadi

SUMENEP, Kompasmadura.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke Sumenep, menyikapi melonjaknya kasus campak di wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru, ditemukan 2.035 kasus campak di Sumenep. 17 di antaranya meninggal dunia. Oleh karena itu, kasus campak di Sumenep ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kasus campak di Sumenep ini butuh penanganan terpadu. Vertikal dan horisontal. Vertikal ini melibatkan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi, bahkan Unicef dan WHO juga turun tangan. Kalau horisontal ini dari jajaran Pemkab Sumenep dan institusi samping seperti TNI dan Polri,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (23/08/2025).

Khofifah datang ke Sumenep pada Sabtu untuk mengikuti rapat teknis penanganan kasus campak di Sumenep, sekaligus menjenguk langsung pasien campak di RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep.

“Kami semua sepakat untuk melakukan percepatan penanganan kasus campak di Sumenep. Salah satunya dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi campak rubella secara masif mulai 25 Agustus 2025,” ucap Khofifah.

Pihaknya juga berharap agar seluruh elemen masyarakat bersatu dan saling membantu untuk memyampaikan pesan ke masyarakat terkait pelaksanaan ORI tersebut.

“Vaksinasi massal ini bisa dilakukan di Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu. Vaksinnya sudah dikirim dari Kementerian Kesehatan, vitaminnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” Tambahnya (Ri/Red)

Tags : Gubernur jatimRSUD