PAMEKASAN, Kompasmadur.com – Diduga 10 tahun tak diperbaiki, Puluhan warga Dusun Pandiyan Desa Blumbungan dengan Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Memblokade akses jalan antar dua Desa dengan membakar ban bekas serta menanam pohon pisang di tengah jalan.
Aksi puluhan masyarakat tersebut merupakan bentuk protes dan kekecewaan terhadap pemerintah setempat karena alokasi anggaran untuk infrastruktur diduga tidak tepat sasaran, karena jalan antar Dua desa, yaitu Desa Blumbungan dengan Desa Tentenan Barat, sepanjang dua Kilometer yang sudah 10 tahun diduga rusak tidak diperbaiki serta sering terjadi kecelakaan.
“Sebelumnya jalan yang berlubang sudah di tambal mas pakek batu dan tanah, tapi terkikis setelah terkena air hujan,” ungkap Samsul Arifin, pemuda desa
Disisi lain, salah satu perwakilan masyarakat yang ikut memblokade jalan. Pihakanya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi jalan yang rusak melalui Musrembangdes akan tetapi sampai saat ini tidak pernah ada tanggapan dari pemerintah.
“Kami perwakilan warga desa Blumbungan sudah berkali-kali menyampaikan hal ini lewat Musrembangdes akan tetapi tidak pernah ada tanggapan, sudah 10 tahun jalan ini rusak, sehingga warga sepakat untuk ditanami pohon pisang dan membakar ban bekas,” tutur Abd. Badi, perwakilan warga sekitar , Minggu (05/05/2019) pagi, pukul 09:00 Wib.
Pihaknya juga menambahkan, dengan melakukan aksi blokade jalan dengan membakar ban bekas dan menanam pohon pisang di tengah jalan tserbut tidak ada tanggapan dari pemerintah, pihaknya akan menutup secara total.
“Kami berharap kepada Pemerintah setempat untuk segera di perbaiki meski dengan menambal sulam. Kalau satu bulan kedepan tidak diperbaiki. Kami warga akan menutup jalan antar dua desa ini secara total,” pungkasnya. [Rzq/Nin]






