SUMENEP

Satpol PP Sumenep Bersama Bea Cukai Madura Sita Ribuan Rokok Ilegal, Hasil Operasi

SUMENEP, Kompasmadura.com -Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep bersama Bea Cukai Madura menemukan adanya peredaran rokok ilegal, sehingga dilakukan penyitaan terhadap ribuan bungkus rokok ilegal yang beredar.

Hal itu dilakukan setelah Bea Cukai dan Satpol PP Sumenep menggelar operasi bersama ke beberapa distributor toko, jasa pengiriman, pelabuhan serta terminal yang ada di Sumenep.

Kasatpol PP Kabupaten Sumenep Ach Laily Maulidy mengatakan, dalam operasi bersama yang digelar selama beberapa hari di tahun 2022, ditemukan puluhan merek rokok ilegal.

“selama beberapa hari dilakukan operasi kami dapiti ribuan bungkus dari puluhan merek rokok ilegal itu sudah dilakukan penyitaan oleh Bea Cukai Pamekasan,”jelasnya.

Laily menyebutkan, dari ribuan bungkus rokok ilegal tersebut ditemukan di beberapa titik operasi, seperti pelabuhan dan toko-toko. Pihaknya juga menemukan beberapa bungkus rokok di bagian jasa pengiriman. Di bungkusnya tertulis ikan teri, tapi ketika kami buka ternyata berisi rokok ilegal.

Diakui Laily, jika sebelum melaksanakan operasi rokok ilegal, lanjutnya, Pemkab Sumenep bersama dengan petugas Kantor Bea dan Cukai mensosialisasikan penegakan rokok ilegal kepada masyarakat dan melibatkan pihak lainnya, dengan tujuan agar masyarakat bisa memahami bahaya rokok ilegal dan manfaat rokok legal.

“kami bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya bersama Tim sudah melaksanakan tahapan sosialisasi, dan selanjutnya melakukan penindakan, penyisiran rokok ilegal di tingkat pengecer,” tandasnya

Mantan Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep menuturkan akan terus berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya menjual rokok ilegal dengan menempelkan stiker pada toko-toko.

Pihaknya berharap, penindakan ini bisa memberikan kesadaran tentang konsekuensi jika menjual barang kena bea cukai serta menimbulkan efek jera bagi distributor rokok ilegal.

Berkaitan dengan regulasi terkait sanksi peredaran rokok ilegal telah diatur dalam Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai yang berbunyi; setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai dalam Pasal 29 Ayat (1) disebutkan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.(rus/nin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *