SAMPANG

Sebelum Jatuh Korban, Dinkes Segera Lakukan Tindakan

SAMPANG, Kompasmadura.com – Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sampang sangat tinggi. Dengan jumlah kasus tersebut, mendapat tanggapan dari Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang.

Pasalnya, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang segera melakukan tindakan dalam penyegahan dan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Seperti, melakukan pembersihan wilayah kumuh, penyemprotan atau fogging ke titik-titik rawan dan atau wilayah rumah pasien DBD.

Tindakan tersebut dinilai penting sebelum jatuh korban atau pasien meninggal dunia karena menderita demam berdarah. Mengingat, intensitas hujan di Kabupaten Sampang sangat tinggi. Dan seiring cuaca tersebut, berpotensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akan semakin tinggi.

“Jangan kemudian Dinkes ini lakukan tindakan apabila ada pasien meninggal dunia. Dengan banyaknya jumlah penderita DBD ini, tentu segera mungkin lakukan tindakan,” kata Ach. Heriyanto Shaleh Anggota Komisi IV DPRD Sampang.

Karena Dinas telah mengalokasikan anggaran untuk penyegahan atau pemfoggingan tersebut. “Kalau tidak keliru, puskesmas pun juga mengalokasikan dananya kegiatan itu,” ujar Heri panggilan akrabnya.

Politisi Partai PKB menyampaikan ratusan kasus DBD bukanlah angka yang kecil. Sebab, data yang diterima per tahun pasien penyakit mematikan itu selalu naik.

“Maka dari itu, kami menyarankan dinas terkait lakukan langkah-langkah sebelum ada pasien yang meninggal. Karena rata-rata pasiennya anak dan remaja,” katanya.

Dan yang perlu digaris bawahi yaitu, masyarakat terutama orang tua
melakukan upaya pencegahan dini, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Masyarakat lebih waspada lagi,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes san KB Sampang Abdulah Najih mengaku instansinya telah melakukan tindakan dalam penyegahan. Seperti lakukan pemfoggingan sekitar penderita DBD sekitar wilayah berpotensi, dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat. Yakni dengan cara 3M, menguras, menutup, dan mengubur. “Langkah-langkah telah kami lakukan,” katanya saat dikonfirmasi oleh kompasmadura.com

Namun, prinsip pencegahan DBD bukan cuma itu. Dia menyampaikan yang paling utama adalah dengan memastikan tidak digigit nyamuk Aedes aegypti untuk menghindari penularan demam berdarah.

“Ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah,” ujar Najih panggilan akrabnya.

Lebih lanjut Najih menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain. Diantaranya, rendahnya status kekebalan masyarakat, kepadatan populasi nyamuk penular ditempat kumuh dan genangan-genangan air di sekitar pemukiman.

“Maka dengan intensitas hujan yang curah tinggi ini, perlu kewaspadaan pula bagi masyarakat dalam pencegahan nyamuk Aedes aegypti,” sarannya. (Ful/Nin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *