SAMPANG, Kompasmadura.com – Intensitas hujan di Kabupaten Sampang sangat tinggi. Seiring cuaca tersebut, berpotensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akan tinggi.
Terbukti, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang kasus DBD sebanyak 208 di Tahun 2021. Kasus itu terdapat dan terjadi di beberapa wilayah. Diantaranya, Puskesmas Kemoning, Banyuanyar, Jerenguan.
Maka dinilai penting, masyarakat Sampang lebih waspada penyakit DBD. Dengan demikian, masyarakat melakukan upaya pencegahan dini, dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinkes KB Sampang Abdulah Najih melalui Kasi P2PM Samsul Hidayat. Dia mengatakan, pada tahun 2019 ada 152 kasus, tahun 2020 berjumlah 229 kasus. Dan di tahun 2021 sebanyak 208 kasus.
“Artinya, tiap tahun selalu ada peningkatan penderita penyakit DBD. Rata-rata terjadi pada anak-anak dan remaja,” katanya.
Dirinya mengaku telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membudayakan perilaku hidup bersih untuk menghindari serangan DBD. Selain itu, yakni Pukesmas dan Kecamatan setempat.
“Sisi lain kamu pun juga lakukan pemfoggingan sekitar penderita DBD dan wilayah berpotensi penyebaran penyakitnya,” ujar Samsung Hidayat.
“Sejauh ini, Alhamdulillah belum ada laporan meninggal dari penderita DBD,” sambungnya.
Maka dari itu, kata Samsul, kesadaran bersama dari semua elemin untuk selalu cegah penyebaran kasus mematikan tersebut. “Pesan kami, warga bisa budaya hidup bersih sangat penting, olahraga, dan pola makan sangat berpengaruh juga,” pesannya. (Ful/Nin)






