PAMEKASAN, Kompasmadura.com – Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Suara Mahasiswa (GSM) gruduk Universitas Islam Madura (UIM) di Jalan Pondok Pesanyren Bettet, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Beberapa Mahasiswa Tersebut datang meminta untuk transparansi Alokasi Dana angkat 2016 dan program KKN yang harus lebih progres dari pada tahun sebelumnya.
Massa yang melakukan aksi tersebut mengklaim pihak kampus diduga melalakukan kongkalikong data terkait anggaran dana 2016 dan program KKN yang masih kurang progres serta lembar pertanggung jawaban dari tahun 2014 sampai 2015.
“Kami datang kesni, meminta kepada pihak kampus UIM untuk tranparansi terkait alokasi dana 2016 dan kurangnya progres terkait program KKN,” ungkap Ahmad mansur, setelah melakukan orasi di depan kantor rektor UIM, Jum’at (31/05/2019) pagi, pukul 09:00 Wib.
Massa itu Tidak hanya menyuarakan tuntutannya tetapi meminta kepada pihak rektor untuk menemuinya dan menjelaskan terkait tuntutannya tersebut.
“Kami sudah beberapa aksi disi tidak ada tanggapan dari pihak kampus, sekarang kami tidak ditemui dari Rektor, kami akan melakukan penutupan ruang kantor dan ruang LPPM dengan menyegel menggunakan bambu,” tutur Mansur.
Setelah melalukan penyegelan, beberapa massa yang tergabung dalam suara mahasiswa tersebut membubarkan diri dengan tertib.
Menindak lanjuti aksi tersebut pihak rektor Kampus Universitas Islam Madura saat ditanyakan ke salah satu staf dosen yang lagi bertugas, pihaknya mengatakan tidak ada “Sekarang kan hari libur mas, beliau gak masuk” tandas ARK salah satu staf dosen di kampus UIM di Kabupaten Pamekasan.[Rzq/Nin]






