SAMPANG, Kompasmadura.com – Senin (22/4/2019) secara serentak, Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI). Termasuk siswa-siswi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) atau pelajar difabel/berkebutuhan khusus di Kabupaten Sampang.
Bintibmas Mapolres Sampang mengunjungi SLB Negeri di Jalan Imam Bonjol Sampang, Kamis (254/2019) pukul 08.23 wib. Kedatangan mereka, memberikan support kepada siswa siswi serta anak – anak difabel/anak dengan berkebutuhan khusus yang melaksanakan ujian di Kabupaten Sampang.
Sementaa data yang diterima kompasmadura.com, setidaknya ada 13 pelajar yang ikut ujian. Yakni siswa C1 tuna grahita sedang berjumlah 7 siswa, diantara putra 6 siswa dan 1 seorang siswi.
Kemudian siswa A tuna netra 1 siswa dan siswa B tuna rungu sebanyak 5 peserta. Diantaranya siswa 2 pelajar dan siswi 3 pelajar.
“Hari ini, kami menyempatkan waktu mengunjungi dan mengontrol peserta ujian di SLB,” kata Kanit Banitbinmas Bripka Liwail Amri mewakili Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman.
Meskipun mereka kategori pelajar kebutuhan khusus, kata dia, mereka memiliki hak penuh menyelesaikan pendidikan di jenjang SD. Artinya, tidak ada istilah pengecualian terhadap anak yang bisa menempuh pendidikan.
Karena mereka juga mampu menciptakan berbagai kerajinan tangan dan kesenian dibalik keterbatasan yang mereka miliki. Guru-gurunya juga sangat luar biasa sekali didalam mengajar anak anak ini, begitu sabar dan sangat dekat sekali dengan anak didiknya.
“Mari kita hargai anak anak kita ini, kita berikan support dan dukungan agar mereka tetap bisa bertahan dengan karya-karya terbaik mereka,” pesannya. [Ful/Nin]






