close
SAMPANG

RPL Tak Maksimal, Pemkab Tetap Programkan

IMG_20190425_191943
Salah satu gedung Lumbung Pangan di Desa Angsokah, Kabupaten Sampang.

SAMPANG, Kompasmadura.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam merealisasikan program Rumah Pangan Lestari (RPL) patut dipertanyakan. Pasalnya, program yang dinaungi Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sampang hingga saat ini belum maksimal pemanfaatannya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala DKP Kabupaten Sampang Wahyuni Yuliati, Kamis (25/4/2019). Dia mengaku hingga saat ini masih belum maksimal.

Mengingat, kata dia, kesadaran masyarakat atau Kelompok Tani (Poktan) masih kurang untuk terus mengembangkan tanaman pekarangan tersebut.

Namun dirinya optimis terhadap program tersebut dengan melalui PKK dan masyarakat untuk terus mengembangkan RPL. Program itu tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tapi melalui jual hasil produksi tanamannya nantinya mereka mendapatkan nilai tambah.

“Kalau programnya berjalan sejak 2013 lalu,” katanya. Dia berharap masyarakat juga ambil peran dalam merealisasikan dan ikut serta bersama mensukseskan program tersebut.

“Agar kedepan program itu dapat berjalan maksimal serta menjaga ketahanan pangan di Sampang,” ujarnya.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Sampang Slamet menyampaikan dari 2013-2018 kurang lebih ada 20 unit yang tersebar di tiga Kecamatan. Dia menyebut di Kecamatan Sampang, Jrengik dan Tambelangan.

Sementara untuk TA 2019, Slamet menambahkan ada 5 unit RPL. Diantaranya di Kecamatan Banyuates, Ketapang dan Sokobanah. “Tiap tahunnya, kami anggarkan 5 program,” sambungnya. [Ful/Nin]

Tags : DKPRPL