SURABAYA, Kompasmadura.com – Setelah resmi terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur dan dilantik, Rabu, 13 Februari 2019, Khofifah Indar Parawansa memaparkan visi dan misinya untuk Jatim di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Jatim. Senin, (18/02/2019).
Khofifah menginginkan terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang adil, berakhlak baik, dan memiliki kerjasama berdasarkan gotong royong.
“Saya ingin terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Adil, Sejahtera, Unggul dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif melalui Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong,” ungkapnya.
Sesuai informasi yang dihimpun oleh Kompasmadura.com yang dirilis Humas Pemrov, Visi misi itu disampaikannya saat Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Masa Jabatan 2019-2024 dan Rapat Paripurna dalam rangka Pidato Penyampaian Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Masa Jabatan 2019-2024 di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (18/2).
Menurut Khofifah, Apabila dibedah, maka dalam visi itu terdapat dua elemen penting, yaitu cita-cita terwujudnya keadilan, kesejahteraan, keunggulan dan akhlak mulia pada masyarakat Jatim. Serta terwujudnya sebuah kolaborasi besar antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai cita-cita tersebut dengan mengedepankan semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia yang akan membawa masyarakat kita mampu mengatasi tantangan dan keterbatasan yang ada.
“Dalam visi kita itu ada adil, sejahtera, maka di dalamnya ada keadilan akses seperti yang disampaikan dalam visi misi. Keadilan akses didalamnya ada konektivitas atau keterhubungan terutama untuk wilayah selatan atau pesisir, daerah pulau-pulau,” jelas Gubernur Khofifah.
Sedangkan untuk misi yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang, lanjutnya, terdapat tujuh misi. Antara lain keseimbangan pembangunan ekonomi, baik antar kelompok, antar sektor maupun antar wilayah; terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan sosial dengan memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan; pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Jawa Timur yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan pendidikan serta membangun kedaulatan pangan; kemudahan akses terhadap lapangan pekerjaan dan keterhubungan wilayah. (Humas Pemprov/ Hend).






