close
PAMEKASAN

Memprihatinkan, Nenek 63 Tahun Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tua

IMG_20181207_131350

PAMEKASAN, kompasmadura.com – Seorang nenek berusia 63 tahun, harus bertahan hidup sebatang kara dalam gubuk tuanya di Dusun Billa’an, Desa Montok, Kecamatan Larangan, kabupaten Pamekasan. Jumat (07/12/2018).

Bahkan Nenek Mariah tersebut,  Mengaku ditinggal suaminya kurang lebih 20 tahu silam, suaminya meninggal karena kecelakaan dan tidak di karuniai seorang anak serta familinya tidak pernah menjenguknya. Sejak itu pula, sang nenek bertahan hidup sendiri tanpa uluran dari pemerintah setempat.

Sementara untuk makan sehari-hari, Nenek Mariah menanak sendiri beras yang di berikan tetangga dan sekali-kali berharap belas kasihan dari tetangganya yang bersedia membawa makanan.

Sedangkan itu, Untuk air minum serta air mandi, dirinya di bantu oleh tetangganya di bawakan air sedangkan untuk memasak air, dia terpaksa memasak menggunakan kayu di belakang rumahnya yang hanya di batasi triplek.

Padahal, kondisinya saat ini lagi saki-sakitan dan sejak dua bulan yang lalu nenek Mari’ah diketahui batuk darah dan setelah di cek ke Puskesmas terdekat dirinya diaknosa sakit paru-paru.

Menurut Juhari (45) salah satu tetangga nenek Mariah, selain hidup memprihatinkan Mari’ah juga menderita penyakit paru-paru karena sebelumnya di ketahui batuk darah dan dirinya juga laporan kepada aparatur desa akan tetapi tidak ada tanggapan.

“Saya sudah menuturkan kepada pamong kalau ibu Mari’ah sakit batuk darah tetapi tidak datang menjenguk, saya menuturkan setidaknya bisa membantu membawa kerumah sakit,” ungkapnya.

Sedangkan Wahid Hasyim selaku Kepala Desa Bila’an mengatakan, kalau dirinya sudah semaksimal mungkin memberikan bantuan. “Saya sudah semaksimal mungkin memberikan bantuan kepada ibu Mariah,” pungkasnya.

Sementara berbeda pengakuan nenek Maria’ah setelah di jenguk oleh wartawan kompasmadura.com mengatakan bahwa dirinya hidup sendirian dan minim bantuan dari pemerintah setempat hanya di bawah naungan tetangga.

“Saya hidup sendirian tidak punya anak dan famili ada tetapi, tidak pernah datang menjenguk saya makan harus memasak sendiri kalau itu ada kalau tidak ada saya menunggu pemberian dari tetangga, maklum saya sudah tua renta dan tidak kuat lagi untuk bekerja,” tuturnya.

Dirinya berharap ada perhatian dan uluran tangan dari pemetintah setempat. paling tidak, membantu dari segi sembako dan pengobatan.

“Semoga pemerintah setempat berkenan memberikan bantuan dari segi balanja dan sembako,” harapnya. [Ki/Nin]

Tags : Kurang mampu