Menu

Otomatis
Breaking News

PENDIDIKAN

Disdik Sampang Tidak Kantongi Jumlah Sekolah Rusak, Pihak Sekolah Dinilai Kurang Merawat Gedung

badge-check

Disdik Sampang Tidak Kantongi Jumlah Sekolah Rusak, Pihak Sekolah Dinilai Kurang Merawat Gedung Perbesar

SAMPANG, Kompasmadura.com – Jumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang berjumlah 619 lembaga. Diantaranya, SD Negeri 619 dan SD Swasta berjumlah 94 lembaga.

Namun hingga saat ini, Disdik Sampang belum kantongi presentase lembaga tergolong rusak. Seperti rusak ringan, sedang dan berat. Hal itu diakui Kabid Pembinaan SD Arif Budiansor. “Memang sampai saat ini kami memang belum tau jumlahnya,” akunya. Namun saat ini dirinya telah melakukan menginventarisir jumlah data sekolah katagori rusak.

Untuk mengetahui kerusakan Sarana Prasarana (Sarpras) dimasing-masing lembaga. “Per tanggal 10 Januari kami kirim surat ke setiap sekolah melalui koordinasi tingkat Kecamatan, batas akhir tanggal 28 Februari,” katanya. Validasi tersebut akan dilakukan setiap tahun. “Pihak lembaga tinggal mengisi sesuai denah sekolahnya,” ujar Arif sapaannya.

Arif mengatakan, yang rusak ringan gunakan dana BOS dengan presentase kerusakan 10-45 persen. Sementara 45-65 rusak sedang dan 65-100 persen menggunakan dana DAU, DAK ataupun APBD. “Yang ringan saya harapkan bisa diperbaiki melalui dana BOS, klasifikasi seperti yg saya sebutkan,” pesannya.

“Kadang pihak sekolah yang rusak ringan dibiarkan sampai rusak parah. Bisa faktor sengaja membiarkan, kurang pemeliharaan. Sejauh ini selalu ad dan temuan lembaga yang ini yang itu, kapan lembaga SD tidak rusak lagi sedang dan berat,” imbuhnya. Ditanya anggaran rehap sekolah, dia berdalih tidak hapal. “Jumlah pastinya saya kurang hapal mas,” kilahnya.

Sementara Amin Arif Tirtana Wakil Ketua DPRD Sampang menyanyangkan Disdik tidak mengantongi jumlah kerusakan sekolah. Padahal, secara keseluruhan pendataan tersebut telah dilakukan melalui sistem dapodik. “Mungkin saja tidak punya data terbaru saja,” ujar kepada kompasmadura.com.

Jika tidak memiliki data tersebut dirinya menilai Dinas tidak berpedoman dalam menyusun program kependidikan termasuk Sarpras. Sebab, sistem dapodik sebagai dasar dan atau acuan menyusun program dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Saya kira Dinas lebih mengeleloh dan menyusun program,” singkatnya. (Ful/Nin)

Baca Lainnya

Kreativitas Mahasiswa KKNT 26 Universitas Trunojoyo Madura dalam Mengenalkan Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Briket Ramah Lingkungan di Desa Pakong Pamekasan

7 Jan 2024 - 18:46 WIB

Kreativitas Mahasiswa KKNT 26 Universitas Trunojoyo Madura dalam Mengenalkan Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Briket Ramah Lingkungan di Desa Pakong Pamekasan

Investasi Pendidikan Sarana Ciptakan Guru Inovatif dan Karakteristik Anak yang Unggul

12 Des 2023 - 03:50 WIB

Investasi Pendidikan Sarana Ciptakan Guru Inovatif dan Karakteristik Anak yang Unggul

Mahasiswa Ilmu Hukum UTM Bangkalan Madura Magang di Sekertariat Daerah Bangkalan

24 Nov 2023 - 18:25 WIB

Mahasiswa Ilmu Hukum UTM Bangkalan Madura Magang di Sekertariat Daerah Bangkalan

Disdik Isi Kekosongan 102 Kepala Sekolah. Bupati : Ajak Kepsek Naikkan IPM Sektor Pendidikan

6 Okt 2023 - 17:14 WIB

Disdik Isi Kekosongan 102 Kepala Sekolah. Bupati : Ajak Kepsek Naikkan IPM Sektor Pendidikan

BEM FKIP Universitas Wiraraja Melaksanakan Dua Program Kerja Unggulan

10 Des 2022 - 17:15 WIB

BEM FKIP Universitas Wiraraja Melaksanakan Dua Program Kerja Unggulan
Trending di PENDIDIKAN