Menu

Otomatis
Breaking News

PENDIDIKAN

Belum Terungkap, Kasus Kematian Siswa Disumenep Terus Disoal Sampai Keranah Hukum

badge-check

Belum Terungkap, Kasus Kematian Siswa Disumenep Terus Disoal Sampai Keranah Hukum Perbesar

SUMENEP, Kompasmadura.com – Salah satu oknum guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya hingga meninggal dunia terus di soal. Pasalnya Kepala Sekolah (Kepsek) memberikan keterangan meninggalnya siswa lantaran sakit otak terkena radiasi Hanphone (HP). Jumat, (22/03/2019).

Namun dari hasil pantauan Kompasmadura.com mendatangi SMAN 1 Batuan, Kamis, 21 Maret 2019 kemarin, untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut, alhasil Kepsek sekolah tersebut membantah kepada media, bahwa siswanya yang sempat dikabarkan meninggal dunia sebab dianiaya salah seorang oknum Guru Agama itu tidak benar. Memang diakuinya, siswa tersebut pernah dipukul oleh salah seorang oknum Guru Agama terjadi pada Oktober 2018 lalu.

Menurut Kepsek SMAN 1 Batuan, Salehoddin, sesuai surat izin pihak keluarga korban yang dikirim ke sekolah, siswa tersebut sakit akibat radiasi HP. Bahkan saat pihak sekolah datang berkunjung, penyakit yang diderita siswa Andrean (Korban) memang terkena radiasi, bukan kasus penganiyaan.

“Jadi, sudah sekitar lima bulan yang lalu. Itu pun gayung hanya menyentuh didahi, tidak keras. Setelah itu, siswa yang bersangkutan tetap sehat dan bersekolah seperti biasanya. Bahkan sering ikut program mengaji disekolah,” ungkapnya. R (21/03)

Kepsek juga menegaskan tidak ada penganiyaan kepada siswa. Meski siswa itu pernah dipukul, namun tidak ada kaitannya karena sudah lima bulan lalu. “Kami juga sudah mengklarifikasi kepada guru bersangkutan, teman sebangku dan teman lainnya. Jadi, dia sakit karena faktor radiasi HP bukan penganiayaan,” tambahnya.

Sebelumnya, tak terima anaknya meninggal akibat dianiaya gurunya, keluarga korban berupaya mengusut kasus kematian Andrean itu ke pihak kepolisian. Pasalnya, kematian korban yakni Andrean, siswa Kelas 11 A diduga janggal. Sehingga, bersama pengacaranya keluarga korban memperkarakan kasus tersebut ke Mapolres Sumenep. [Hend/Nin]

Baca Lainnya

Kreativitas Mahasiswa KKNT 26 Universitas Trunojoyo Madura dalam Mengenalkan Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Briket Ramah Lingkungan di Desa Pakong Pamekasan

7 Jan 2024 - 18:46 WIB

Kreativitas Mahasiswa KKNT 26 Universitas Trunojoyo Madura dalam Mengenalkan Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Briket Ramah Lingkungan di Desa Pakong Pamekasan

Investasi Pendidikan Sarana Ciptakan Guru Inovatif dan Karakteristik Anak yang Unggul

12 Des 2023 - 03:50 WIB

Investasi Pendidikan Sarana Ciptakan Guru Inovatif dan Karakteristik Anak yang Unggul

Mahasiswa Ilmu Hukum UTM Bangkalan Madura Magang di Sekertariat Daerah Bangkalan

24 Nov 2023 - 18:25 WIB

Mahasiswa Ilmu Hukum UTM Bangkalan Madura Magang di Sekertariat Daerah Bangkalan

Disdik Isi Kekosongan 102 Kepala Sekolah. Bupati : Ajak Kepsek Naikkan IPM Sektor Pendidikan

6 Okt 2023 - 17:14 WIB

Disdik Isi Kekosongan 102 Kepala Sekolah. Bupati : Ajak Kepsek Naikkan IPM Sektor Pendidikan

BEM FKIP Universitas Wiraraja Melaksanakan Dua Program Kerja Unggulan

10 Des 2022 - 17:15 WIB

BEM FKIP Universitas Wiraraja Melaksanakan Dua Program Kerja Unggulan
Trending di PENDIDIKAN