SUMENEP, Kompasmadura.com – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Sumenep (PC PMII), Madura, Jawa Timur, mengutuk keras atas tindakan represif salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepada para Aktivis yang menyampaikan aspirasi saat gelar aksi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Rabu, (27/02/2019).
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) gelar aksi di depan kantor Pemkab Sumenep, sekira pukul 10.00 pagi menjelang siang. Para aktivis mehasiswa mengawali aksinya dengan berjalan mundur dari pertigaan Rumah Dinas Wakil Sumenep, Achmad Fauzi. Mereka terus berjalan mundur sambil berorasi hingga di depan Kantor Pemkab. Jalan mundur sebagai simbol mundurnya pemerintahan di Kota Keris.
Dalam aksinya itu, para mahasiswa menilai bahwa Bupati dan Wakil Bupati Sumenep telah gagal dalam memimpin Sumenep, bahkan dan dirasa tidak bisa memajukan kota dengan julukan Kota Keris tersebut.
Salah satu contohnya, mahasiswa setelah mengkaji dan menganalisa, terdapat beberapa program pemerintah yang tidak sesuai dengan cita-cita awal. Program mencetak 5.000 wirausahawa yang tidak ada dampak positifnya kepada masyarakat.
Sementara itu, dalam aksi premanisme yang dilakukan oleh salah satu anggota Satpol PP tersebut dinilai telah menghalangi aspirasi mahasiswa dan harus diberikan sanksi tegas.
“Kami selaku kaum pergerakan sangat menyesali tindakan represif oknum satpol pp terhadap puluhan aktivis itu,” ungkap Suryadi Ketua PC PMII Sumenep melalui via whatsapp. Rabu (27/02)
Pihaknya juga mengutuk keras tindakan semena-mena yang di lakukan salahsatu oknum Satpol PP tersebut. Bahkan, Sebagai Ketua PC PMII, Suryadi, juga menghimbau, siapapun yang menghalangi aktivis menyampaikan aspirasi, maka akan berhadapan langsung dengan PC PMII Sumenep.
“Kami mengutuk keras tindakan premanisme oknum Satpol PP. Kami himbau bagi siapapun, atau aparat apapun yang berani menghalangi aspirasi dari para aktivis, akan berhadapan dengan PMII,” tegas.
Selain itu, Suryadi, sapaan akrabnya, juga menginginkan Kepala Satpol PP Sumenep untuk memberikan sanksi tegas kepada para personilnya yang telah melakukan tindakan kekerasan kepada para kaum aktivis. “Kami minta kepala Satpol PP untuk memberi sangsi tegas kepada oknum pemukulan aktivis dengan segera,” jelasnya.
Sekedar diketahui, sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang sempat terlibat bentrok dengan Satpol PP, salah seorang mahasiswa bibirnya terluka sampai mengeluarkan darah karena diduga terkena pukul oknum Satpol PP. [Hend/Nin]






