close
SUMENEP

BPPKAD Sumenep Semangati Desa Maksimalkan Pemungutan PBB P2 Demi Penerimaan DBH PDRD 2024

IMG-20231127-WA0124


SUMENEP, Kompasmadura.com – Pemerintah kabupaten Sumenep telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 55 Tahun 2023, tentang Tatacara Perhitungan Alokasi, Penyaluran dan Penggunaan Dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (DBH PDRD) kepada Desa.

DBH PDRD merupakan perintah dalam Permendagri 77 Tahun 2020 dengan nilai minimal 10% dari nilai PAD di APBD tahun berjalan, harapannya dengan penyediaan dana tersebut dapat menambah efektifitas pemungutan pajak daerah utamanya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).

“Dalam proses penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2 dan pemungutannya merupakan kerjasama Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKAD) dan seluruh Aparat Desa sewilayah Kabupaten Sumenep.” Ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah BPPKAD kabupaten Sumenep, AKH. Sugiharto, SE, M.Si, Senin (27/11/2023).

Menurutnya, penggunaan DBH PDRD diperioritaskan untuk kegiatan optimalisasi pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah di Desa setempat, dan manakala dianggap cukup maka dapat digunakan untuk kegiatan pendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Desa.

Sedangkan, penghitungan DBH PDRD dilakukan 40% bagi rata dan 60% proporsional, dimana perhitungan Alokasi Proporsional berdasarkan realisasi dan capaian pada Tahun 2022, yakni PBB P2 sebesar 80%, dan Pajak daerah lainnya sebesar 20%.

Dikatakan untuk alokasi yang diterima setiap desa memang akan tergantung dari kinerja pelunasan PBB P2 pada Tahun 2022 untuk Desa bersangkutan. Jika nilai pelunasannya tinggi atau mendekati 100% dari pagu total Tagihan SPPT PBB P2 termasuk pembayaran Piutang PBB maka nilai penerimaaan DBH PDRD untuk tahun 2023 juga cukup baik.

” Karenanya sangat diharapkan kepada semuanya khususnya Kepala Desa beserta aparat desa/petugas penyampai SPPT PBB P2 untuk lebih semangat dalam proses pemungutan PBB P2 sehingga penerimaan DBH PDRD pada tahun 2024 akan semakin meningkat karena nilainya akan sangat tergantung nilai pelunasan PBB Tahun 2023.” Paparnya.

Ditegaskan pula, agar seluruh desa segera mengajukan proses pengajuan pencairan Dana Bagi Hasil dimaksud, dan lebih bersemangat membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak daerah khususnya PBB P2 dengan semakin mudah dan banyaknya pilihan kanal pembayaran baik manual ( teller Bank Jatim, Agen Bank Jatim, PT.Pos, Gerai Alfamart & Indomart) maupun via online ( Mobile Banking Bank Jatim, Tokopedia, OVO, PosPay).(rus/nin)

Tags : BPPKAD