SUMENEP

Kembangkan Produk Batik Tulis Warga Binaan, HIPMI Sumenep Jalin Kerjasama Dengan Rutan

SUMENEP, Kompasmadura.com – Perjanjian atau nota kesepahaman kerjasama antara Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumenep bersama dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sumenep, Madura, Jawa Timur secara resmi diteken.

Perjanjian kerjasama yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, Nyai Dewi Khalifah serta perwakilan dari Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur tersebut berlangsung di Aula Rutan Kelas II B Sumenep, pada Sabtu (14/04/2021).

Kerjasama yang fokus terhadap pengembangan produk batik tulis warga binaan pemasyarakatan Rutan Sumenep tersebut disambut baik oleh Viverdi Anggoro Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Sumenep.

Menurut Viverdi Anggoro, pihaknya menjelaskan bahwa dengan hadirnya kerjasama HIPMI Sumenep dengan warga binaan Nara Pidana (Napi) pengrajin batik tulis dalam binaan Catra Buana Batik dibawah naungan Rutan Kelas II B Sumenep ini, diharapkan dapat menjadi bekal positif yang produktif bagi warga binaan. Termasuk nanti ketika sudah bebas dari tahanan.

Sementara itu, Achmad Yunus Ketua Umum BPC HIPMI Sumenep usai acara penandatangan kerjasama berlangsung. Pihaknya menegaskan bahwa dengan melihat potensi yang ada, HIPMI Sumenep target awalnya adalah fokus pada pengembangan produk batik tulis hasil warga binaan.

“Pengembangan produk itu antara lain kualitas, kalau kualitas yang masih kita nilai butuh improvisasi. Sehingga tugas HIPMI adalah mempersiapkan itu”, tegas Yunus.

Lanjut Yunus, untuk meningkatkan kualitas tersebut pihaknya juga tidak ragu untuk memberikan pelatihan seperti training atau investasi peralatan penunjang bagi warga binaan Rutan Kelas II B Sumenep.

Selain itu, masih menurut Achmad Yunus. Target HIPMI Sumenep selanjutnya adalah membantu akses promosi pemasaran khususnya Batik karya produksi warga binaan ini. Karena menurutnya, akses serta brand corak batik khusus warga binaan Sumenep ini dapat bersaing secara Nasional.

“Jadi Bukan hanya mengembangkan atau memberdayakan warga binaan pemasyarakatan, tapi juga memperkenalkan batik dengan corak Sumenep yang selama ini dikembangkan oleh teman-teman dari warga binaan pemasyarakatan”, pungkasnya.(R-Sadi/Nin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *