close
SUMENEP

Bantuan Sosial Tunai di Sumenep Sudah Mulai Dicairkan

IMG-20200511-WA0015-696×348
Kepala Dinas Sosial Sumenep, M. Iksan saat menyampaikan laporan data penerima BST.

SUMENEP, Kompasmadura.com – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) harus mempergunakannya sesuai kebutuhan, agar program pemerintah itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terdampak wabah Virus Corona atau Covid-19.

“Saya tekankan KPM memanfaatkan bantuannya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga sehari-hari di tengah masa pendemi Covid-19, jangan menggunakannya untuk keperluan yang tidak penting atau tidak perlu,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si di sela-sela peluncuran BST bagi keluarga tidak mampu terdampak Covid-19, di Kantor Pos Sumenep, Senin (11/05/2020).

BST adalah program Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI untuk KPM di Kabupaten Sumenep mencapai 65.859 KPM, tetapi saat ini proses pencairan bantuan kepada 36.403 KPM.

KPM yang belum menerima bantuan tidak perlu resah, karena pemerintah daerah melalui pihak terkait hanya menunggu waktu saja proses pencairannya sesuai dengan data yang ada.

“KPM yang datanya sudah masuk ke Kementerian Sosial jelas mendapat bantuan sebesar enam ratus ribu Rupiah setiap bulan selama tiga bulan terhitung bulan April hingga Juni tahun ini, meskipun hari ini (Senin 11 Mei 2020) belum menerima bantuan itu,” tegas Bupati dua periode ini.

 

“Kami sangat senang apabila ada masyarakat ikut mengawasi penyaluran BST ini, sekaligus memberikan masukan dan melaporkan ke pemerintah daerah jika ada KPM tidak tepat sasaran. Silahkan hubungi nomor pengaduan manakala menemukan data KPM salah sasaran di 085234272695,” tuturnya.

Peluncuran BST oleh Bupati ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kepala Kantor Pos Sumenep, Aquedsa Habibi dan KPM, sekaligus meninjau langsung proses pencairan dana yang dilakukan petugas PT. Pos.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, M. Iksan menambahkan, dana BST dari Kementerian Sosial RI kepada 65.859 KPM mencapai Rp118 miliar lebih yang penyalurannya melalui beberapa pihak.

“Proses penyaluran BST dari 65.859 KPM melalui Kantor Pos dan Perbankan yakni sebanyak 36.403 KPM di Kantor Pos dengan total dana Rp65 miliar lebih, melalui Bank BNI sebanyak 2.300 KPM dananya Rp4 miliar lebih, Bank BRI sebanyak 821 KPM dananya Rp1 miliar lebih dan Bank Mandiri sebanyak 154 KPM dananya Rp277 juta lebih dan Bank BTN sebanyak 19 KPM dananya Rp34 juta lebih,” ujarnya (Ras/Nin)

Tags : BSTDinsos