PAMEKASAN, Kompasmadura.com – Puluhan massa dari organisasi himpunan mahasiswa islam (HMI) cabang pamekasan komisariat ekonomi Unira, melakukan audensi ke kantor Mapolres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin pagi 17 juni 2019, pukul 09 : 00 wib.
Massa tersebut datang, meminta pada pihak Mapolres Pamekasan untuk mengusut tuntas dan bersikap tegas terhadap dalang dibalik tragedi 22 mei 2019 di jakarta yang sudah memakan korban luka-luka dan kurang lebih 8 orang meninggal dunia.
Kedatang massa HMI tersebut, Pihak Polres Pamekasan menyuruh semua massa HMI untuk masuk kedalam ruangan Ksatria Bhayangkara untuk melakukan dialog dan memaparkan tuntutannya.
Menurut ketua HMI cabang pamekasan komisariat ekonomi Unira, pihaknya meminta kepada pihak polres Pamekasan untuk tindak tegas serta diproses secara hukum terkait dalang kerusuhan.
“Kedatangan kami ke Mapolres Pamekasan untuk menutut agar tragedi kemanusian yang memakan korban tidak terulang lagi dan kami juga meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengusut tuntaa dalang aksi 22 mei 2019 kemaren,” ungkap Moh. Lutfi, ketua HMI cabang Pamekasan Komisariat Ekonomi Unira.
Selain itu, pihanya akan kawal permasalahan tersebut, apalagi aksi terkait tragedi kemanusiaan yang bertumpahan darah dan nyawa. “Kalau tuntutan Kami tidak ditindak lanjuti oleh polres pamekasan, kami akn lakukan aksi seperti ini dengan lebih banyak lagi massa,” tambah Lutfi.
Menurut kapolres Pamekasan, berterimaksih kepada mereka yang sudah melakukan kegiatan dengan tertib.
“kami sudah menanggapi dan menampung beberapa hal yang mereka tuntut dan sudah menjelaskan apa yang mereka tanyakan,” tutur AKBP Teguh Wibowo, Kapolres Pamekasan.
Pihaknya juga berharap kepada masyarakat Pamekasan untuk menciptakan suasana pamekasan aman dan kondusif. [Rzq/Nin]






