Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BUDAYA

Koloman Budaya Civitas Kotheka Pamekasan Membahas Literasi Sejarah Kristen di Madura

badge-check

Koloman Budaya Civitas Kotheka Pamekasan Membahas Literasi Sejarah Kristen di Madura Perbesar

PAMEKASAN, Kompasmadura.com – Koloman Budaya civitas Kotheka Pamekasan membahas Perkembangan Sejarah Kristen yang ada di pulau Madura, dalam mengukuhkan toleransi sesama umat beragama menjelang Pemilu 2019 mendatang.

Koloman tersebut, mengangkat tema ‘Menjadikan Garam Dunia‘ di Pendopo Budaya, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (23/03) malam, pada pukul 17:00 Wib, dengan mendatangkan nara sumber dari Dosen UIN Sunan Ampel, sekaligus Peneliti Sejarah Kristen di Madura,

“Acara ini sangat bagus untuk merawat kebhinekaan dan toleransi sesama umat beragama dengan cara mengenal itu penting, karena saat ini identitas Agama seringkali dijadikan pemicu perbedaan antara sesama umat beragama,” tutur, Ahmad Siddiq, pada saat di wawancarai di acara Koloman civitas Kotheka Pamekasan, Minggu (24/03/2019).

Ahmad Siddiq menambahkan, acara literasi kali tidak hanya ada hubungan dengan Islam maupun Kristen tetapi sesama umat muslim itu sangat penting. Karena, kunci utama adalah perjumpaan, kita jangan bermain dengan asumsi – asumsi kita yang dimiliki, karena belum tentu yang kita asumsikan sama dengan intensitas yang kita asumsikan.

“Persoalan perbedaan dan keyakinan itu kalau menggunakan islamiah ‘Sunnatullah’, kita tidak bisa memaksa orang diluar Agama kita untuk masuk kedalam asumsi kita atau sebaliknya. Kita menjadikan keragaman menjadi pondasi membangun kebangsaan, bukan untuk memecah keragaman kita. Karena kita sadiri para terdahulu kita membangun kebangsaan ini denga realitas keberagaman kita,” ungkap Siddiq.

Selain itu, Eko Mulyono, tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pamekasan, perbedaan diantara kita tak pantas dijadikan dalih ketidakrukunan dalam hidup berdampingan sesama umat beragama.

“Keluarga sayapun tidak semuanya Kristen. Islamnya ada juga. Tapi kami sudah komitmen untuk saling menghargai satu sama lain,” kata Eko saat menceritakan sebagai kaum minoritas.

Koloman tersebut dikemas dengan diskusi ini yang diikuti puluhan pemuda Koloman Budaya civitas Kotheka Pamekasan serta para undangan. [Riski/Nin]

Baca Lainnya

Wabup Sumenep Melaunching Pagelaran Seni Budaya di Kalianget

22 Feb 2020 - 21:33 WIB

Wabup Sumenep Melaunching Pagelaran Seni Budaya di Kalianget

Mantannah Somor, Masyarakat Duwek Buter Lestarikan Budaya Peninggalan

22 Feb 2020 - 09:00 WIB

Mantannah Somor, Masyarakat Duwek Buter Lestarikan Budaya Peninggalan

Melestarikan Budaya Madura, Kapolda Jatim Buka Lomba Kerapan Sapi Gebyar Budaya Madura 2019

23 Mar 2019 - 19:17 WIB

Melestarikan Budaya Madura, Kapolda Jatim Buka Lomba Kerapan Sapi Gebyar Budaya Madura 2019

Pementasan Sapi Sonok Acara HKN 2018 Di Pamekasan Menjadi Pertanyaan Warga

30 Nov 2018 - 23:29 WIB

Pementasan Sapi Sonok Acara HKN 2018 Di Pamekasan Menjadi Pertanyaan Warga

Istimewa, Warga Antusias Tonton Rangkaian Pelangi di Sumenep

18 Nov 2018 - 18:13 WIB

Istimewa, Warga Antusias Tonton Rangkaian Pelangi di Sumenep
Trending di BUDAYA