PAMEKASAN, Kompasmadura.com – Batik merupakan salah satu sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Pamekasan, diantaranya di Dusun Podhek Desa Rang Perang Daya, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Ada seorang pengrajin pemula batik harganya mencapai 20 juta.
Pengrajin pemula tersebut Holipah (19), warga Dusun Podhek, dirinya belajar pertama membatik dan hasinya sangat bagus sampai karya batiknya langsung dibandrol dengan harga Rp 20 juta.
Hal itu, diungkapkan Rusdi, dirinya langsung mengajari tentang batik kepada Holipah, untuk terus bersemangat dan tekun dalam membatik agar batik yang di hasilkan bisa bagus, halus dan mempunyai nilai jual tinggi, Sabtu, (09/03/2019).
“Saya langsung mengajarkan batik yang paling halus, berkat ketekunannya, akhirnya Holipah mampu membuat batik pertama yang harganya tembus Rp 20 juta,” tuturnya
Ia juga menjelaskan, untuk karya pertamanya motif buketan dengan latar daun-daun kecil dengan pewarnaan yang luar biasa serta menarik.
“Ini 9 kali celup dan 3 kali lepas malam, prosesnya lama. Tingkat kehalusannya luar biasa. Sayangnya karya Holipah belum ada yang meminang, semoga cepat laku agar menjadi motivasi bagi Holipah untuk terus berkarya,” pungkasnya.
Sedangkan menurut Holipah, dirinya belajar untuk membatik karena ingin menambah rezeki untuk keluarganya dan mengasah keterampilannya dalam bidang membatik.
“Semoga batik pertama saya segera ada yang membeli, dan mudah – mudahan hasil karya saya ini laku mahal, karena untuk membuat batik seperti ini perlu ketelitian dan kesabaran yang penuh” ungkapnya.
Sebelumnya, menurut Rusdi, didesa Podhek, anak-anak rata-rata mondok, termasuk Holipah anak yatim yang mondok dan tempat tinggalnya dekat dengan pondok pesantren. Dirinya melihat Holipah anak yang rajin dan cerdas, maka dirinya meminta izin kepada pengaauh pengasuh pondok pesantren untuk mengajarkan Halipah mebatik.
“Atas ijin pengasuh tempat pondok, maka kalau saya ke Podhek, Holipah meminta izin pulang untuk belajar batik setelah salat Duhur,” tandasnya. [Riski/Nin]






