close
SUMENEP

Mahasiswa Nilai Pemkab Tak serius Menjalankan Program Visit Sumenep 2018

IMG_20180219_185142

SUMENEP, kompasmadura.com – Mahasiswa yang tergabung Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Sumenep melakukan aksi demontrasi ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, pada Senin (19/02/2017), sekitar pukul 09.00 wib. Pasalnya Mahasiswa menilai Pemerintah tidak serius dalam melaksanaan program visit Sumenep year 2018.

Berdasarkan pantauan massa aksi melakukan demo sekitar pukul 09.00 wib, dengan membawa atribut bertuliskan “Pemkab tidak serius menjalankan program Visit Sumenep 2018”, “tetapkan master plant yang tak jelas”.

Koordinator aksi, Ahmad Junaidi mengampaikan penilaianya tentang ketidak seriusan Pemkab setempat dalam menjalankan Program tersebut. Pihaknya melihat pelaksanaan persiapan yang dilakukan oleh Pemkab setempat melalui instansi terkait tidak jelas.

Dicontohkannya semisal, saat menyongsong kunjungan wisata tahun 2017 lalu, melalui event yang digagas pemerintah banyak menuai kontroversi dan tidak memberikan efek signifikan manfaatnya.

“Contohnya seperti event festival batik yang menuai kontroversi, kemudian jazz musik culture yang menutup jalan sangat menganggu pada akses jalan yang sangat menggagu bagi perekonomian masyarakat. Eventnya sangat tidak penting, ” ungkapnya, Senin (19/02/2018).

Anehnya lagi, keluh mahasiswa pihak-pihak terkait yang mengelola dan mensukseskan program Visit Sumenep Year 2018 tersebut, seolah tutup mata dengan persoalan yang penting direalisasikan justru lebih tinggi dari pada sekedar melaksanakan event yang sifatnya formalitas.

Parahnya lagi, mahasiswa yang aktif di PMII Komisariat Unija itu, menilai bahwa Program kunjungan wisata tahun 2018 hanya untuk “kantong pribadi” pihak terkait. “Visit Sumenep year 2018 ini kami nilai hanya tidak lebih hanya untuk mengisi kantong-kantong pribadi pihak terkait, ” imbuhnya.

Lebih luas, Juanidi menuturkan banyak terkait kepariwisataan di Kabupaten paling ujung timur Pulau Madura ini, yang belum tersentuh secara maksimal. Diantaranya, terkait masalah infratruktur jalan.

Jalan menuju lokasi wisata terlihat belum layak, kemudian mode transportasi khusus wisata juga belum tersentuh. Belum lagi, katanya, pada menu wisata yang tidak terkoordinir oleh pemerintah. “Paling penting keterlibatan masyarakat tidak sama sekali dilibatkan, ” keluhnya.

Akan tetapi, sekitar pukul 10.00 wib, mahasiswa membubarkan diri dengan kecewa, sebab pihaknya tidak ditemui oleh Bupati Sumenep atau pihak Pemkab setempat.

Sementara Moh Jakfar, Asisten I Pemerintah Daerah enggan diminta komentar terkait aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ampera Sumenep. [die/Nin]

Tags : Demo