close
HUKUM

Warga Bangkalan keluhkan peredaran UPAL, Polres Himbau hati-hati

ilustrasi-uang-palsu

BANGKALAN,Kompasmadura.com – Peredaran uang palsu (UPAL) di bulan puasa semakin banyak bertebaran tentu semakin tak terbendungnya peredaran uang tersebut mendapatkan keluhan dari masyarakat Bangkalan.

Keluhan itu disampaikan langsung oleh Moh Ozy warga Labeng, Kecamatan Labang, Bangkalan. di daerahnya sejak menjelang bulan puasa dan awal ramadhan cepat menemukan uang palsu yang dijadikan transaksi dalam melakukan jual beli.

“Sudah mulai banyak uang palsu beredar, saya sempat dapat 300 ribu itu upal semua, tapi saya langsung kembalikan ke orangnya,” Ungkapnya

Pria yang bergelut dalam dunia bisnis tersebut, mengaku sudah bisa membedakan mana yang palsu dan yang asli, “Kalau uang yang lama itu pasti uang 100 ribu ada kode yang beda, yaitu HHF. Kalau ada kode itu sudah cenderung palsu. Sedangkan pecahan 50 ribuan di pitanya pasti ada ‘BI 50000’. Kalau yang uang baru kertasnya seperti mudah sobek,” paparnya.

Dirinya, menilai bahwa di moment bulan puasa memang kerap dimanfaatkan dengan oknum yang menyebarkan UPAL. Sehingga dirinya berharap agar aparat penegak hukum hadir untuk menimalisir peredaran UPAL .  “Semoga saja semua masyarakat bisa hati-hati juga, karena hal ini sangat merugikan,” tutupnya.

Terpisah, Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha, menanggapi hal tersebut dirinya belum menerima laporan dari masyarakat yang sudah menjadi korban dari peredaran UPAL. Walaupun masih belum ada laporan pihaknya merespon hal itu sangat responsif.

“Kami sudah menerima arahan dari Kapolri dan Gubernur Bank Indonesia (BI) tentang peredaran Upal dan penanangannya. Jadi saya berharap bagi masyarakat yang menemukan tolong laporkan ke kami,” Tanggapnya.

Anis, Menegaskan bahwa peredaran UPAL memang sangat mengganggu perekonomian secara Makro dan Mikro, tentunya masyarakat harus paham untuk membedakan uang baru dan yang lama serta uang asli dan tidak.

“Tolong hati-hati disitu karena ini sangat meresahkan masyarakat, dan merugikan.” Tegasnya.

Tak hanya itu pihaknya menuturkan pula bahwa manoy changer dipinggir jalan juga tidak diperbolehkan karena melanggar aturan.

“Ini aturannya, peraturan dari kemnetrian keuangan dan aturan mata uang indonesia, tentang penukaran uang ini. Kami akan melihat dulu money changer yang ada dipinggir jalan itu, jika ada yang dirugikan maka akan kami ambil tindakan,” Pungkasnya. [MA/Nin]

Tags : Uang Palsu