close
BANGKALAN

Akibat Jalan Rusak Warga Protes Tanami Pohon Pisang 

IMG_20170201_192230
BANGKALAN,kompasmadura.com, – Jalan Raya Modung menuju jantung Kecamatan Modung tepatnya di Desa kedungdung,kabupaten Bangkalan kondisinya  sudah sangat memprihatinkan, selain berlubang dan hancur kini bercampur dengan lumpur sehingga membuat warga sekitar memberontak dan menanami pohon pisang di tengah jalan.

Pohon pisang yang ditanami oleh warga sekitar lantaran kecewa terhadap pemerintah kabupaten Bangkalan yang lamban merespon untuk memperbaiki jalan tersebut.

Salah satu warga Modung sekaligus Tokoh Agama muda, R.Walid Syaifullah, di wilayah tersebut ikut angkat bicara dengan kondisi tersebut, menurutnya kondisi jalan yang sudah tidak layak dikatakan jalan, harus hati-hati saat melintas dan waktu untuk keperluan ke kantor kecamatan terasa seperti 3 jam.

“Padahal jalan ini dulu tidak rusak parah seperti ini, kalau ke kecamatan modung hanya butuh waktu 30 menit saja, sekarang harus 3 jam,” keluhnya.

Dirinya menyebutkan, Dampak yang terjadi terhadap masyarakat Modung selain tersendatnya transportasi perekonomian karena sopir angkot enggan mengangkut penumpang hingga lokasi kecamatan, juga berdampak terhadap sulitnya dalam mengakses pelayanan di kantor kecamatan saat mengurus berkas yang berkaitan dengan kepemerintahan.

“Sekarang sopir itu mau bawa kalau hari pasaran di kecamatan itu, itupun hanya hari kamis, jadi jalan ini sudah sangat banyak membawa mudorot,” ujarnya.

R. Walid sapaan akrabnya, mengaku perlakuan warga yang menanami pohon pisang sudah bukan kali pertama, hanya saja kali ini sengaja dilakukan kembali sebagai bentuk protes kepada Camat Baru.

“Kalau tidak salah sekarang inikan camatnya baru, jadi semoga saja ini bisa dirasakan dan diresapi, sehingga tahun ini bisa selesai dan bagus kondisi jalannya,” tutupnya.

Terpisah, Wakil Rakyat dari Daerah Pilih 3 yang meliputi Kecamatan, Blega, Galis dan Modung, Agus Salim Pranoto, dirinya mengakui bahwa kondisi jalannya memang sudah rusak parah.

“Iya memang kondisi parahnya ini sudah bisa dibilang 85 persen, sehingga ini memang harus ditangani,” ucapnya.

Agus mengklaim bahwa dirinya bisa memastikan ditahun 2017 sudah pasti dikerjakan dan dituntaskan, sebab dirinya sudah menuangkan persoalan jalan raya Bangkalan selatan tersebut kedalam rencana APBD 2017.

“Kami sudah sampaikan didalam Pandangan Umum juga, dan kami meminta kepada Bappeda harus dipastikan, jadi tinggal menunggu proses evaluasi ini,” tandasnya.

Dia menjelaskan, bahwa sebelumnya jalan tersebut sudah pernah dianggarkan oleh pihak pemkab, hanya saja hal itu tidak mampu mengcover panjangan jalan tersebut,

“Kalau tidak salah tahun 2016 kemarin sudah dianggarkan sebesar Rp, 1,3 miliar serta dapat tambahan juga dari APBN hanya saja pemkab lambat meresponnya, jadi harus kami anggarkan kembali,” paparnya.

Tak hanya itu, kader Partai PDI-P tersebut, mengakui dan memohon maaf karena hal itu berdasarkan lemahnya fungsi dirinya sebagai anggota DPRD yang seharusnya mengawal perbaikan jalan tersebut.

“Saya sadar ini kegagalan saya, tapi insya allah di tahun 2017 ini sudah pasti dikerjakan dan tuntas,” pungkasnya. [MA/put]

Tags : Warga prites