SUMENEP

Wilayah Pantura Minim Pangkalan Elpiji

SUMENEP, Kompasmadura.com – Tidak tersedianya pangkalan LPG wilayah pantura Kabupaten Sumenep, membuat pedagang pengecer di daerah tersebut, harus menunggu suplai dari kota, hal itu pun dikeluhkan para pendagang eceran.

Salah seorang pengecer yang berada di Kecamatan Batu Putih sebut saja namanya Sulastri menuturkan hampir setiap minggu harus kekota untuk membeli LPG jenis melon, dengan harga Rp 15.000 Pertabung. Tambah dia sekali kekota ia membeli perpartai, jika tidak sempat mengandalkan sales LPG.

Ia menyebutkan harga di agen Rp14.500 atau Rp15 ribu, dijual Rp17 ribu pada konsumen, alasan dirinya menjual seharga Rp 17 karena ketika kekota ada ongkos sebesar Rp 25 ribu. “Iya kalau beli kekota,  kan  harus bayar ongkos tranfortasi mas, kalau tidak dijual segitu saya rugi,”terangnya jumat (07/10/2016)

Hal itu dikaui oleh  Kepala Sub Bagian Perekonomian Setkab Sumenep Suhermanto, mengakui jika diwilayah panturan  tidak ada pangkalan, yakni Kecamatan Batang-batang, Batuputih, Dasuk, Ambunten serta Pasongsongan.

Tambah dia saat sekarang jumlah agen terdapat 10 agen, 40 pangkalan LPG, dan dinilai cukup. Kata dia tidak adanya pangkalan LPG daerah kepaulaan tidak ada pihak yang mengajukan, padahal menurutnya jika ada pengajuan akan diberikan rekomendasi. Untuk jumlah pangkalan sekitar 170 tersebar wilayah daratan kepaulauan.

Terang Suherman, soal harga LPG disesuaikan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep tahun 2015, menyebutkan HET LPG 3 Kg Rp16 ribu untuk daerah yang jaraknya 60 kilo meter dari SPBE, sedangkan didaratan tidak dibolehkan melebihi HET.[Sy/Put]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *