SUMENEP

Garam Impor Ancam Garam Rakyat

SUMENEP, Kompasmadura.com – Meski telah memasuki musim panen garam tahun 2016, namun sejumlah perusahaan garam swasta belum melakukan pembelian garam rakyat, padahal petani garam di Kabupaten Sumenep dua sampai tiga kali memanen garamnya.

Menurut ketua Asosiasi Masyarakat Garam (AMG) Kabupaten Sumenep Ubaidillah, mengatakan pada panen pertama, hasil garam petanai tidak seperti tahun sebelumnya disebabkan, tahun ini cuaca agak ekstrim, Sambungnya pada awal bulan ini cuaca mulai bagus, Namun petani masih sedikit mengalami kesulitan memasarkan hasil garamnya.

“Sampai saat ini Gudang Swasta belum melakukan pembelian baru, Penjualan garam rakyat hanya melayani partai kecil dan eceran,” terangnya

Pada minggu ini jumlah produksi garam per hektar sampai  10 ton, sedangkan lahan garam di Kalianget hampir 1000 hektar, rata-rata dua kali panen sejak awal musim memakai geomembran. Tambahnya jika tidak ada perubahan harga garam Kw 1 Rp 500 ribu, kw 2 Rp 450 ribu per ton.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Ubaidillah garam impor sudah masuk pada musim panen, meski sudah melakukan upaya agar Pemerintah memperhatikan petani garam rakyat. Di Kabupaten Sumenep  4 pabrik swasta yang berdomisili di Sumenep yaitu PT Garam, Budiano, Garindo, Palm Raya. Kalau di Surabaya ada PT Cheetam, Susanti, di Manyar ada Elips Star. [Sy/Wah]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *