SUMENEP, Kompasmadura.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali menunjukkan perhatian besarnya kepada para petani yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Bupati Sumenep menyampaikan doa dan dukungannya agar petani tembakau di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep memperoleh hasil panen yang melimpah, berkualitas, dan memiliki nilai jual yang mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Tembakau selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sumenep yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan. Karena itu, keberhasilan musim tanam dan panen tembakau menjadi harapan bersama, tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H., mengatakan, setiap musim tanam hingga panen selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi para petani. Mulai dari kondisi cuaca yang tidak menentu, biaya produksi yang terus meningkat, hingga dinamika harga pasar yang kerap berubah.
“Saya mendoakan seluruh petani tembakau di Kabupaten Sumenep diberikan kesehatan, kemudahan, serta perlindungan dalam menjalankan proses budidaya hingga masa panen. Semoga hasil yang diperoleh tahun ini melimpah dan memberikan keuntungan yang baik bagi para petani,” kata Bupati Fauzi, Senin (15/06/2026).
Petani merupakan salah satu elemen penting yang berkontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi daerah. Hasil kerja keras mereka tidak hanya menghidupi keluarga petani, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan oleh banyak sektor lainnya.
“Petani adalah kekuatan ekonomi daerah yang sesungguhnya. Ketika petani berhasil, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Karena itu, keberhasilan mereka harus menjadi perhatian dan kepedulian kita bersama,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep selama ini terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung sektor pertanian.
Mulai dari pembangunan infrastruktur penunjang, perbaikan akses jalan menuju sentra pertanian, hingga berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat pedesaan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Rie/Nin)






