close
SUMENEP

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Kapasitas Pendamping dan Kader Santri Husada

IMG-20260714-WA0004

SUMENEP, Kompasmadura.com – Acara pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter, tetapi juga menjadi lingkungan yang strategis untuk membangun budaya hidup sehat.

Sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat di lingkungan pesantren, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Orientasi Pendampingan Pesantren Sehat bagi Pendamping dan Kader Santri Husada pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri atas pengasuh pondok pesantren, petugas pendamping pondok pesantren, penanggung jawab Promosi Kesehatan (PJ Promkes), serta perwakilan santri putra dan santri putri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sumenep.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam membangun ekosistem pesantren yang sehat, aman, dan berdaya.

Namun orientasi ini bertujuan mewujudkan warga pesantren yang mandiri, peduli terhadap kesehatan fisik maupun mental, serta mampu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui penguatan peran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan pemberdayaan Kader Santri Husada sebagai penggerak kesehatan di lingkungan pondok.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun kesadaran bersama terhadap kebersihan diri, kebersihan lingkungan pondok, serta penerapan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.

Selain itu juga, Edukasi juga menekankan bahwa lingkungan pesantren yang bersih dan sehat akan mendukung proses belajar mengajar, meningkatkan kenyamanan santri, serta mengurangi risiko penyebaran penyakit menular.

Sedangkan, peserta memperoleh penguatan mengenai pengelolaan dan optimalisasi Poskestren sebagai fasilitas kesehatan berbasis komunitas di lingkungan pondok pesantren.

Poskestren diharapkan mampu menjadi pusat edukasi kesehatan, pelayanan kesehatan dasar, serta wadah pelaksanaan berbagai kegiatan promotif dan preventif yang melibatkan santri, pengurus pondok, dan tenaga kesehatan.

Peran Kader Santri Husada juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Sebagai agen perubahan di lingkungan pesantren.

Namun kader diharapkan mampu mengedukasi sesama santri mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menerapkan PHBS, mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan, serta menjadi penghubung antara warga pesantren dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg Ellya Fardasah menegaskan bahwa keberhasilan Program Pesantren Sehat memerlukan sinergi yang kuat antara pondok pesantren, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh warga pesantren.

Dengan meningkatnya kapasitas pendamping dan kader, diharapkan setiap pondok pesantren mampu mengembangkan sistem pelayanan kesehatan yang mandiri, responsif, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan warganya. Ucapnya

Melalui kegiatan orientasi ini, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif hingga ke lingkungan pesantren. Tegas drg Ellya.

Pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan seluruh elemen diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang sehat secara fisik, tangguh secara mental, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri, sesama, dan lingkungan. Ujarnya (Ri/Red)

Tags : Dinkes KB