close
PENDIDIKAN

Arahkan Pemahaman Keagaman, Disdik Sumenep Terapkan Sekolah Wajib Diniyah

IMG_20190222_165359
Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Dr. Mohamad Saidi M.Pd. MM, saat ditemui di kantornya, Jum'at (22/02/2019 . Foto : Hend/kompasmadura.com

SUMENEP, Kompasmadura.com – Memajukan Pendidikan bertaraf dunia Pesantren saat ini tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dengan menerapakan program pendidikan Wajib Diniyah untuk tiga tingkatan, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumat, (22/02/2019).

Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Dr. Mohamad Saidi M.Pd. MM, menjelaskan bahwa tahun ini akan diadakan sekolah Wajib Diniyah yang difokuskan ke 11 Kecamatan , untuk tahun pelajaran yang baru 2019-2020.

“Tahun 2019-2020 itu sudah 11 Kecamatan, program wajib Diniyah untuk tiga tingkatan yakni SD, SMP, SMA sederajat,” tutur Saidi, sapaan akrabnya.

Sementara, ditanya soal jadwal belajar siswa-siswi sendiri, Kepala Disdik Sumenep ini menyatakan bahwa telah dipasrahkan langsung kepada pihak sekolah masing-masing.

“Jadwal Diniyah per-minggu 3 kali dan per-tatap muka itu 2 jam, dan ini langsung diserahkan ke sekolah masing-masing, tapi di itu diluar sistem kurikulum,” jelasnya kepada media ini. Jum’at (22/02)

Tidak hanya itu, Saidi, juga memaparkan terkait siapa yang akan mengajar, terhadap para siswa-siswa berbasis Wajib Diniyah ini, apakah Aparatur Sipil Negara (ASN) guru, atau Ustad.

“Yang mengajar nanti tetap ASN guru, cuma kalau semisal ASN ada yang kurang di ilmu Agamanya, maka tidak apa mengundang ustad untuk mengisi pembelajaran. Sedangkan untuk intensif guru itu tidak terlalu besar, karena ustad tentu tidak mengharap itu sebenarnya, yang penting memberikan pemahaman tentang Agama kepada para siswa-siswi didiknya,” ujarnya.

Selebihnya, materi di sekolah yang saat ini tengah berbasis Wajib Diniyah itu, memang akan diperbanyak fokus terhadap keagamaan para peserta didik, sesuai dengan yang di ungkapkan Plt Disdik Sumenep.

“Materinya itu tentang sejarah kebudayaan islam, fiqi, dan ada alquran hadist, jadi fokusnya siswa-siswi itu diarahkan pada pemahaman agama”, sambungnya. [Hend/Nin]

Tags : Disdik