close
SAMPANG

Pengelolaan Keuangan Serta Kinerja BPKAD Sampang Sangat Buruk

IMG_20170906_192131
Para penggiat Jaka Jatim Korda Sampang saat beraudensi ke Kantor BPKAD Sampang.

SAMPANG, Kompasmadura.com – Sejumlah penggiat Jaka Jatim Korda Sampang terus menunjukkan taringnya. Rabu (6/9/2017), mereka mendatangi Badan Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)  Sampang.

Kedatangan mereka melakukan audensi tentang keuangan termasuk hilangnya beberapa aset yang hingga saat ini belum ada kepastian keberadaannya. Karena menurut mereka,  pengelolaan keuangan daerah dinilai carut marut.

Salah satunya, Pendapatan Asli Daerah (PAD). Termasuk retribusi dari Jasa Umum,  Jasa Usaha,  dan pasar lebih – lebih tunggakannya.

“Kami ditemui langsung oleh Kepala BPKAD Sampang Suhartini Kaptiati bersama anak buahnya, ” kata Ketua Jakajatim Korda Sampang Moh. Siddik.

Kepada kompasmadura.com, Didik merincikan,  retribusi jasa umum target sebesar Rp 10,2 miliar hanya teralisasi Rp 6,5 miliar. Dari Hotel,  ditargetkan Rp 250 juta teralisasi Rp 219 juta.

Kemudian, dia melanjutkan,  distribusi jasa usaha target Rp 1 miliar terealisasi Rp 600 juta.  “Ini masih nunggu Rp 400 juta, selain itu juga retribusi pasar yang tidak ditagih Rp 3,1 miliar piutang bruto dari semua pasar. “Itu sejak 2009-2016,” kata Didik.

Ini menunjukkan bahwa,  kinerja BPKAD Sampang sangat buruk dan kurang optimal. “Ini tidak menunjukkan keseriusan mereka,  dan sangat lemah mengelolah keuangan daerah, ” tudingnya.

Padahal menurut dia, anggara APBD kian mengurang salah satu faktornya adalah banyaknya retribusi belum mencapai target. “Jika mereka serius menanganinya,  kami yakin bisa, ” cetus Didik.

“Banyak jasa jasa lain yang belum capai target.  Dan itu diakui oleh Ibu Suhartini Kaptiati. Lucunya lagi,  dia (Suhartini, red)  tidak memiliki data hotel dan restoran, ” nambahnya.

“Ini sangat lucu kan, lalu apa yang dilakukan mereka, ” sambung Didik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Syaiful

Editor   : nindy

Tags : BPKAD