close
SUMENEP

Dinas PUTR Sumenep Wujudkan Lingkungan Sehat, Bangun SPAM Dan Sanitasi Di Wilayah Rawan Kekeringan dan Gizi Buruk

IMG-20251101-WA0052

SUMENEP, Kompasmadura.com – Pemerintah kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) kabupaten Sumenep di tahun 2025 ini kembali melaksanakan program strategis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan sanitasi (MCK dan tangki septik) untuk tingkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas PUTR kabupaten Sumenep, Eri Susanto, mengungkapkan, program SPAM dan Sanitasi ininditujukan khusus untuk warga kurang mampu, daerah rawan kekeringan, dan kawasan dengan angka stunting tinggi, yang tersebar di sejumlah wilayah daratan dan kepulauan di kabupaten Sumenep.

Program pembangunan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan air bersih, mengubah perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan), dan secara keseluruhan meningkatkan kesehatan masyarakat.” ungkap Erik panggilan akrabnya, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, program tersebut digarap secara merata, mencakup wilayah daratan hingga kepulauan.

Namun fokus utama katanya, diberikan kepada warga kurang mampu dan daerah yang masih menghadapi persoalan sanitasi serta gizi buruk.
Menurutnya, di bidang air minum dan penyehatan lingkungan permukiman (PLP), tahun ini terdapat sejumlah kegiatan prioritas yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) serta tangki septik skala individual.
“Kalau MCK, kita bangun di sejumlah masjid, musala, dan madrasah. Sedangkan tangki septik disebar di desa-desa, baik di kepulauan maupun daratan,” tandasnnya.

Sedangkan anggaran Pembangunan
Program tangki septik tersebut akan dibangun di 25 titik lokasi, sedangkan fasilitas MCK akan hadir di 16 titik. Dan pembangunan MCK dibiayai dari APBD Sumenep.

Sementara pembangunan tangki septik bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Selain itu, terdapat juga pembangunan SPAM yang bersumber dari APBD dan DAK.

Untuk yang APBD ada lima penerima manfaat, sedangkan dari DAK mencakup 13 lokasi.
Program ini difokuskan untuk mengatasi persoalan kekeringan yang masih terjadi di beberapa wilayah.

“Kami ingin menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah rawan krisis air,”tandasnya.


Selain itu juga, Eri menegaskan program sanitasi dan air bersih ini tidak disalurkan secara asal.
Pihaknya melakukan verifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh warga yang membutuhkan. Dan sasaran utamanya warga kurang mampu dan daerah dengan tingkat stunting tinggi.

“Program ini juga menjadi langkah nyata Pemkab Sumenep dalam mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi buang air besar sembarangan (BABS), sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting.” paparnya.
Sedangkan jumlah program sanitasi dan air bersih tiap tahun bisa berbeda, tergantung kemampuan anggaran yang sumbernya beragam, mulai dari APBD, DAK hingga APBN. Dengan tujuan akhirnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui lingkungan yang lebih bersih dan sehat.(Rus/Nin)

Tags : PUPR