SUMENEP, Kompasmadura.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Keris beberapa waktu lalu.
Monev tersebut dilaksanakan untuk memastikan produksi dan tata kelola sampah dan limbah di SPPG sesuai standard operating procedure (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan Monev ke 32 SPPG.
“Tujuannya, untuk memastikan administrasi, produksi, tata kelola serta pengelolaan sampah dan limbah di SPPG sesuai dengan SOP,” ucapnya, Jumat (17/4/2026).
Pihaknya telah meminta SPPG untuk memilah dan menimbang sampah organik dan non organik agar bisa diketahui berapa banyak hasil produksi sampah per hari. Ucap Anwar.
“Berdasarkan hasil Monev, beberapa SPPG sudah mengelola sampah organik dan dimanfaatkan oleh relawan dan masyarakat. Kami meminta sampah non organik itu dipilah, dikumpulkan lalu ditaruh pada tempat yang sudah kami sediakan, baik di TPS, TPA atau kontainer sampah DLH,” Tegasnya.
Selain itu, Anwar juga meminta ke semua dapur MBG agar mencatat sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Dengan pendataan tersebut, bisa mempermudah DLH untuk menaksir jumlah dan kebutuhan armada yang akan digunakan untuk menampung serta mengangkut sampah dari SPPG,” jelasnya.
Selanjutnya Anwar menerangkan bahwa pihaknya benar-benar mengatensikan pengelolaan limbah dari SPPG. “Jadi kami telah meminta SPPG agar meningkatkan proses dan pengelolaan limbah supaya tidak berbahaya terhadap masyarakat,”.(Rie/Red)






