close
SAMPANG

Karena Kesalahpahaman, Awal Pemicu Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang

IMG_20190523_164112
Didampingi Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansah dan Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan memperhatikan puing sisa kebakaran.

SAMPANG, kompasmadura.com – Pengrusakan dan Pembakaran Mapolsek Tambelangan Kabupaten Sampang, Rabu (22/5/2019) pukul 22.28 WIB, jadi perhatian khusus Gubernur Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansah, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI. R. Wisnoe PB. Kamis (23/5/2019), mereka berkunjung dan meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP), didampingi Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman dan Dandim 0828 Sampang Letkol Inf Czy Ary Syahrial serta jajaran Forkopimda memperhatikan sisa-sisa puing kebakaran.

Kapolda Jatim Luki Hermawan menuturkan massa yang mengamuk dan membakar Mapolsek Tambelangan tersebut disebabkan terjadi Miss Komunikasi. “Ini karena persoalan miss komunikasi. Akibatnya masyarakat melampiaskan kemarahan dengan membakar kantor Polsek Tambelangan,” katanya.

Luki Hermawan menjelaskan masyarakat terprovokasi dari informasi hoaks bahwa ada warga Madura yang ditahan Polda Metro Jaya Jakarta ketika melakukan aksi people power. “Kami menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada warga Madura yang di tahan dalam aksi protes Bawaslu di Jakarta,” terangnya.

Luki berharap kejadian penyerangan terhadap markas polisi tersebut merupakan kejadian yang terakhir dan tidak merembet ke daerah lain. Dia mengaku telah lakukan komitmen bersama antara Ulama, Tokoh Masyarakat, supaya kejadian itu tidak akan terulang.

“Kami sudah sepakat untuk menjaga kondusifitas, dan berupaya kejadian tersebut tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Pihaknya juga menerangkan bahwa sudah ada rekonsiliasi dengan Tokoh dan Ulama agar pembakaran Mapolsek tidak menyebar ke tempat lain. [ful/Nin]

 

Tags : Gubernur jatimKapolda Jatim