close
PAMEKASAN

Mall Pelayan Publik Kurang Maksimal, Siswa Tiga Hari Tidak Sekolah Demi Antri Buat E-KTP

IMG_20190226_095642

PAMEKASAN, Kompasmadura.com  – Warga Kabupaten Pamekasan baru saja mempunyai Mall Pelayan Publik yang di resmikan langsung oleh Bupati Pamekasan, H Baddrut Tamam sejak 17 Desember 2018 lalu di Gedung Islamic Center Jalan Raya Panglegur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jatim, Selasa (26/02/2019).

Mall Pelayanan Publik tersebut yang di peruntuhkan untuk mempercepat pelayanan untuk kepentingan masyarakat yang mengurus surat pribadi terutama di bagian Dispenduk Pecapil banyak ratusan warga yang mengeluh dan ada salah satunya siswa Sekolah MAN di Pamekasan 3 hari tidak masuk sekolah untuk mebuat kartu kependudukan yang baru.

Tidak hanya itu, siswa tersebut yang membuat kartu kependudukan baru, sampai rela berangkat pagi dan mengantri sampai siang hari pada Senin (25/19) sampai tidak masuk sekolah karena mengantri sampai siang.

Hal itu dikatan oleh Ainun Siswa MAN 2 warga Desa Mortaji, Pademawu yang sedang mengantri, Pihaknga kecewa karena menilai Mall Pelayan Publik di Gedung Islamic Center pegawainya kurang intensif saat jam masuk kantor, terutama di bagian Dispenduk Capil, pegawainya datang hampir pukul 08:00 wib, biasnya masuk jam kerja untuk pegawai kantor pukul 07:00 wib.

“Saya berangkat mulai pukul setengah enam pagi,  hingga hampir jam delapan petugasnya baru datang, sedangkan yang antri membludak lebih dari 200 orang,  namun untuk nomor antriannya dibatasi hingga 200 saja. Saya sudah tiga hari berturut-turut tidak masuk sekolah demi ngurus KTP saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, membludaknya warga yang datang untuk mebuat kartu kependudukan sampai ada salah satu satpol PP yang menjadi dalam Mall Pelayanan Publik Cekcok dengan Warga karena masalah nomor antrian yang saling berebutan.

Disisi lain, Muzakki, warga Desa Kolpajung yang sedang mengantri di depan ruang pelayanan Dispenduk Pencapil, Mall Pelayanan Publik di Gedung islamic Center masih kurang maksimal dan perlu adanya penambahan petugas pelayanan dan satpamnya marah – marah.

“Saya dari pukul setengah tujuh mengantri disini hingga pukul sepuluh, namun belum terlayani. Saya mau merubah alamat saya. Katanya menunggu giliran sesuai nomor antrian. Di dalam petugasnya cuma empat orang, sedangkan yang mengantri banyak sekali,” tuturnya

Petugas yang melayani di dalam ruang pelayanan Dispenduk Pencapil tersebut berjumlah 4 orang, diantaranya, tiga laki-laki yang mengurus bagian perekaman data dan satu perempuan bagian foto KTP.

Sedangkan, Kepala Dispenduk Capil ketika ingin di konfirmasi ke kantornya, yang bersangkutan sedang tidak ada di kantornya. [Riski/Nin]

Tags : Dispendukcapil