close
SUMENEP

YLBH Madura Tuding Pekerjaan Proyek Pasar Ganding Asal Jadi

IMG_20190116_140537

SUMENEP, Kompasmadura.com – Polemik pembangunan pasar ganding makin mencuat, Hal ini disebabkan pernyataan Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep mengenai dateline waktu pekerjaan diduga simpang siur dengan fakta di lapangan hasil investigasi yayasan lembaga bantuan hukum (YLBH) Madura.

Pasalnya, dari hasil tim investigasi dilokasi proyek saat ini masih terdapat tukang yang masih melakukan aktifitas pekerjaan pada waktu datelina habis, Padahal kalau mengacu pada pernyataan kadis  yang mengatakan bahwa dateline pekerjaan pembangunan pasar ganding tersebut habis pada tanggal 30 desember 2018.

Pada Hari Rabu 9 Januari 2019 minggu lalu, Kepala Disperindag, Syaiful Bahri, saat dikonfirmasi diruang kerjanya terkait dateline waktu pekerjan proyek pasar Ganding mengatakan bahwa pengerjaan proyek itu sudah selesai pertanggal 30 Desember 2018.

“Pasar Ganding itu berakhir kontraknya pada tanggal 30 Desember 2018, kalau tidak salah (jangka waktu pekerjaan proyek pasar Ganding, red) sekitar 75 hari, Dengan nominal anggaran 5,4 Miliar, ” kata Syaiful kepada awak media, Rabu (9/1).

Sementara, ketika Kepala Disperindag ditanya soal kenapa saat ini masih ada pekerjaan kecil yang dilakukan oleh kontraktor. Pihaknya berdalih itu hanya perbaikan dan melengkapi pekerjaan yang belum beres.

“Ya mungkin melengkapi mereka, Ada sesuatu yang copot misalkan, perbaikan atau ada pekerjaan yang semula tidak bersih dibersihkan, kan bisa bisa saja. Yang penting ketika kita periksa mereka sudah menyelesaikan semua pekerjaan itu, ” kilahnya.

Sedangkan lebih parahnya lagi, Kepala Disperindag mengatakan bahwa pekerjaan itu sudah selesai di evaluasi oleh tim TP4D. Padahal sebelumnya Kepala Disperindag bilang pekerjaan itu harus sudah selesai sebelum dilakukan evaluasi. Akan tetapi fakta dilapangan saat ini masih ada pekerjaan di proyek pembangunan pasar Ganding.

“Sudah kok (TP4D sudah melakukan evaluasi, red), Bangunan sudah rampung. Karena item yang harus dibangun yang harus dipasang semuanya sudah lengkap, ” ungkapnya.

Pernyataan Kepala Disperindag yang membingungkan itu mendapat tanggapan serius oleh, Zainurrozi ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura menuding atas pernyataan kadis perindag bahwa pembangunan pasar ganding itu patut diduga pembangunan proyek tersebut ada main dan asal jadi untuk menggelontarkan anggaran miliaran rupiah.

“Bagaimana tidak? Pekerjaan baru selesai dan belum dipakai sesuai peruntukannya sudah ada perbaikan kecil, hal itu membuktikan bahwa pekerjaannya tidak mangacu pada RAB yang ada, dan ini tidak dapat dibiarkan, karena jelas yang dirugikan adalah pedagang dan rakyat, ” Paparnya Rabu (16/1/2019).

Pihaknya juga menambahkan, agar tidak terkesan ada pembiaran. Kami saat ini sedang mengumpulkan berkas dan bukti-bukti untuk menyusun laporan terkait pekerjaan proyek pasar yang di duga asal jadi itu.

“Intinya kami LBH Madura saat ini sedang mengumpulkan data dan menyusun laporan untuk melaporkan pembangunan pasar ganding ini, baik pada BPK untuk di audit, maupun pada institusi penegak hukum yang lain seperti kepolisian, KPK dan kejaksaan. Karena pembangunan pasar ganding memang banyak yang janggal, maka dari itu  kami akan bawa pada jalur hukum, ” ujar Rozi. [LM/Nin]

Tags : Disperindag