close
PENDIDIKAN

Bupati Sumenep Tekankan Permainan Berbasis Kearifan Lokal Harus Di Laksanakan

IMG_20181213_170626

SUMENEP, Kompasmadura.com – Masyarakat harus melestarikan sekaligus memperkenalkan dan mengajarkan kepada anak-anaknya permainan berbasis kearifan lokal. Pasalnya, permaianan tradisional itu memiliki nilai-nilai positif yang bisa menjadi dasar pembentukan karakter.

“Permainan berbasis lokal atau tradisional itu mempunyai nilai tersendiri untuk pembentukan karakter anak-anak, sebab permainan rakyat itu umumnya dimainkan secara bersama-sama. Contohnya, salodor yang melibatkan beberapa anak untuk bermain, sehingga membutuhkan kebersamaan maupun kerja sama dan strategi, supaya bisa menang dalam bertanding,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat membuka Lomba Berbasis Lokal yang diadakan oleh Dinas Pendidikan di Sarana Kampung Kecamatan Batuan, Kamis (13/12/2018).

Bupati menyatakan, permainan tradisional atau berbasis kearifan lokal juga melatih keterampilan anak berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, sekaligus membiasakan anak-anak sejak dini kreatif, seperti bermain rab-kerraban sape (kerapan sapi) yang terbuat dari bambu.

“Permainan berbasis kearifan lokal atau permainan tradisional itu juga melatih fisik anak semakin sehat, misalnya berlari, melompat dan melempar pada permainan modern, seperti saat ini anak-anak pulang sekolah di sore hari hanya nonton TV atau bermain game di telepon genggamnya,”imbuhnya

Ia mengajak masyarakat jangan sampai meninggalkan budaya dan permainan tradisional meskipun ingin Indonesia menjadi negara maju, sebab masyarakat di negara maju seperti Jepang dan Cina tidak pernah meninggalkan permainan lokal atau tradisional.

Pada kesempatan itu Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Ny. H. Nurfitriana Busyro, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si menyempatkan diri bermain leker (kelereng), Rab-Kerraban Sape (kerapan sapi), dan Bermain Dheko. Bahkan bersama warga yang hadir, menonton permainan salodor.

Lomba berbasis lokal yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep adalah Lomba Pidato Bahasa Madura untuk guru SMP, Dongeng Bahasa Madura untuk siswa TK dan guru TK, Syair Bahasa Madura untuk guru SMP, Puisi Bahasa Madura untuk guru SD, Amaen Dheko untuk murid TK, Rab-Kerraban Sape untuk murid SD, Amaen Salodor untuk siswa SD, Amaen Leker untuk siswa SMP, Pal-Kapalan untuk siswa TK, Amaen Beklen untuk siswa SD dan Tenjak untuk siswa SMP.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Achmad Shadik menambahkan, pihaknya sengaja menyelenggarakan lomba berbasis lokal dalam rangka memupuk rasa cinta budaya lokal dan menunjukkan, serta mengembangkan bakat sekaligus sarana edukatif.

“Pemenang setiap jenis lomba mendapatkan hadiah dan piala. Kami menyediakan dana totalnya mencapai Rp 40 juta.” ujarnya. [RL/Red]

Tags : Bupati SumenepDinas pendidikan