SUMENEP, Kompasmadura.com – Sebanyak enam SMP Negeri di Kecamatan Kepulauan, Kabupaten Sumenep, tidak bisa menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2018.
“Pasalnya ada beberapa hal yang menyebabkan enam sekolah negeri itu tidak bisa menggelar UNBK. Salah satunya karena letak geografis. Sekolah-sekolah ini ada di wilayah kepulauan,” Tutur Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, Jumat (16/3/2018).
Namun enam sekolah kepulauan yang tidak bisa melaksanakan UNBK tersebut adalah SMPN 1 dan 2 Arjasa, SMPN 2 dan 3 Sapeken, serta SMPN 1 dan 2 Raas.
“Sedangkan selain kendala geografis, juga kendala jaringan. Di sekolah-sekolah tersebut tidak ada jaringan internet. Kemudian sarana dan prasarananya tidak memadai. Akibatnya, tidak bisa melaksanakan UNBK. Kalau untuk sekolah-sekolah di daratan, 100 persen menggelar UNBK,” terang Iksan.
Sementara jumlah lembaga pendidikan negeri setingkat SMP yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Sumenep sebanyak 43 sekolah, dan swasta 139 sekolah. Bahkan dari jumlah tersebut, yang siap menggelar UNBK sebanyak 149 sekolah, dan sisanya sebanyak 24 sekolah menggelar ujian nasional kertas dan pensil (UNKP).
“Untuk operator di tiap-tiap sekolah sudah ada dan sudah mendapat pelatihan. Kami mendatangkan ‘help desk’ Jawa Timur,” ucapnya.
Ujian Nasional (UN) bagi siswa SMP sederajat digelar pada 23-26 April 2018. Sedangkan simulasi terakhir UNBK akan dilaksanakan serentak pada 19-20 Maret 2018. [rie/red]






