PENDIDIKAN

Komisi D ikut pantau UNBK Tingkat SMP 

BANGKALAN,kompasmadura.com, – Komisi D DPRD Bangkalan ikut memangtau adanya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP. Dari hasil pantauannya, ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyen Muhammad menegaskan tidak ada permasalahan yang timbul saat para siswa menghadapi ujian nasional tersebut.

“Alhamdulillah di SMP Negeri 1 dan 2 Bangkalan tidak ada persoalan, dan bisa dibilang sukeses karena saat kami tanyakan langsung kesiswa mereka menjawab sudah biasa, dan tidak ada masalah,” Ucapnya saat usai memantau di SMP Negeri 2 Bangkalan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Bangkalan, Edy Haryadi mengungkapan bahwa siswa yang mengikuti UNBK tersebut sebanyak 366 siswa dan siswi dengan dibagi 3 sesi.

“Kalau persoalan persiapan kami sudah siap lahir batin, bahkan anak didik kami disini sangat rileks dan tidak merasa tegang, karena kami sudah biasa, bahkan Ujian Sekolah dan Ulangan pun kami menggunakan komputer,” Tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Oleh Anwari Anwar selaku kepala SMPN 1 Bangkalan, dirinya juga menyampaikan persoalan kesiapan pesikis muridnya sudah sangat matang, karena anak didiknya sudah menjalani try out sebelum hari H.

“Siswa kami disini ada 298 siswa. Dengan fasilitas 105 komputer untuk kebutuhan Unbk ini, hampir setiap sesi ada 100 siswa yang, nah sesi pertama tadi sudah selesai sekarang sudah sesi kedua,” ungkapnya.

Tentu, lanjut Anwar, untuk menangani persoalan yang muncul seketika pihaknya sudah menyiapkan janset dan juga menglost alur listrik.  “Semoga saja lampu tidak padam, walaupun sudah kami siapkan semuanya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menurut kepala SMPN 5 Bangkalan, M Salehodin, menuturkan pula bahwa dirinya dalam menjalani UNBK bagi Muridnya pikiran dan tenaga serta materi sudah ia korbankan. Agar  229 siswanya bisa menggelar UNBK.

“Kami sudah siapkan semuanya, walaupun ada sebagaian murid yang tidak punya perangkatnya, tapi kami sudah siasati, kami sudah minta tolong ke wali murid dan memanfaatkan laptop dewan guru juga,” paparnya.

Saleh, menambahkan bahwa dalam menjalani ujian berbasis komputer tersebut dirinya berharap bisa berbuah manis pada akahirnya nanti. “Tahun lalu kami masih  ujian nasional menggunakan kertas dan pensil (UNKP) alhamdulillah lulus semua. Sekarang semoga demikian juga.” tutupnya. [MA/Nin]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *