close
PENDIDIKAN

Dinas Pendidikan Sumenep Lakukan Klarifikasi Penolakan Mutasi Kepsek SDN Banaresep

IMG_20170404_183333

SUMENEP, Kompasmadura.com – Bertempat di Balai Desa Banaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dinas pendidikan laksanakan klarifikasi wali murid SDN Banaresep Timur terkait penolakan mutasi Kepala Sekolah SDN Banaresep Timur Kecamatan setempat. Selasa (4/4/2017).

Dalam acara tersebut nampak hadir Kasi Pendidik dan tenaga pendidikan Moh. Saleh, Camat lenteng, Kapala UPT pendidikan, Polsek Lenteng, Babinsa Koramil, Kades Banaresep Timur, Guru SDN Banaresep Timur dan Wali Murid SDN Banaresep Timur 50 orang.
Mutasi Kepala Sekolah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Sumenep tersebut awalnya dari Moh. Zaini di mutasi ke SDN Ellak Laok 4 sedangkan penggantinya di SDN Banaresep Timur diganti Asmuni.

Komite sekolah mengatakan bahwa merasa kecewa dengan adanya mutasi ini sebab pihaknya selaku komite meminta Masalah ini untuk diakomodir sebagai aspirasi dari wali murid.

“Kami meminta kepada dinas untuk menjelaskan permasalahan ini dan membawa aspirasi kami ini untuk dibawa ke Dinas Pendidikan, soalnya ini murni keinginan wali murid bukan dari Kades Banarasep Timur.” Tegasnya.

Salah satu Wakil Wali Murid menyuarakan agar permasalahan ini segera di selesaikan karena SDN Banaresep Timur sebelumnya hampir mengalami kehancuran, akan tetapi setelah di bawah pimpinan Zaini, SDN Banaresep Timur menjadi maju.” Ungkapnya.

“Kami juga mendengar ada intruksi bahwa kepala sekolah yang lama agar segera melaksanakan SK penugasan ke SDN Ellak Laok 4.” Lanjutnya.

Padahal Zaini masih di butuhkan tenaganya di SDN Banaresep Timur dan Bpk Zaini jangan di pindah dari SDN Banaresep Timur.” Tuturnya.

Kasi pendidik dan tenaga pendidikan Moh. Saleh menjelaskan, kalau berbicara tentang ASN sebelum diangkat sudah membuat pernyataan siap ditempatkan dimana saja dan siap di mutasi.” Tegas Saleh

Menurut Saleh, Kami kasihan kepada Zaini karena saat ini dalam kondiai terombang-ambing. Untuk itu harusnya biarkan Zaini menjalankan SK terlebih dahulu, keputusan akhir mengenai aspirasi masyarakat bisa diproses kemudian.

“Dinas hanya menjalankan aturan untuk selanjutnya bagimana usahanya wali murid untuk tetap menyuarakan aspirasinya.” Ujarnya.[Liq/Dy]

Tags : Dinas pendidikan