SUMENEP, Kompasmadura.com — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memantau langsung pelaksanaan tes kompetensi akademik tingkat SMP di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pantauan tersebut dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni SMP Negeri 1 Sumenep, SMP Negeri 2 Sumenep, dan SMP Al-Hidayah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Moh. Iksan. Keduanya mengecek secara langsung proses pelaksanaan tes guna memastikan berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ini yang pertama saya meninjau berkaitan dengan tes akademik ini, ingin memastikan proses yang dilaksanakan berjalan dengan baik,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan sistem berbasis daring yang terintegrasi secara nasional. Pengawasan, juga dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kementerian serta pengawas silang dari sekolah lain guna menjaga integritas ujian.
Bahkan pemerintah tetap memberikan ruang penyesuaian bagi daerah yang mengalami kendala jaringan internet. Sekolah di wilayah blank spot tetap dapat melaksanakan tes secara offline agar seluruh siswa tetap terakomodasi.
“Kalau ada wilayah yang masih blank spot, bisa dilakukan offline, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa TKA tidak hanya dimaknai sebagai sarana seleksi masuk sekolah lanjutan, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif.
Pihaknya juga menilai, tes ini harus menjadi momentum bagi siswa untuk mengenali potensi diri serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Dengan demikian, orientasi TKA tidak semata pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran.
Selain itu, sistem berbasis komputer yang digunakan dalam TKA dinilai mampu meminimalkan potensi kecurangan. Setiap peserta mendapatkan soal yang berbeda, sehingga peluang untuk bekerja sama secara tidak jujur menjadi sangat kecil.
Dengan penguatan sistem dan pengawasan yang ketat, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis pelaksanaan TKA dapat berjalan optimal sekaligus memberikan gambaran kemampuan siswa secara lebih akurat dan objektif.
“Tes akademik ini bukan untuk kepentingan sekolah, tapi untuk kepentingan anak itu sendiri, untuk mengukur kemampuan mereka,” tegas Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ihsan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP tahun 2026 diikuti seluruh siswa kelas IX dari berbagai sekolah di wilayahnya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 5.700 peserta yang berasal dari 196 satuan pendidikan, baik SMP negeri maupun swasta yang tersebar di Kabupaten Sumenep.
Selain itu juga, Ia menegaskan, pelaksanaan TKA digelar secara serentak dengan mengacu pada standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga kualitas dan kredibilitas hasil ujian tetap terjaga.
Pihak Dinas Pendidikan pun menyatakan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, kompetitif, serta berintegritas sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa mendatang.
“Pelaksanaan TKA dilakukan secara serentak dengan standar operasional yang telah ditetapkan, guna menjamin kualitas dan kredibilitas hasil ujian,” tuturnya (Rie/Nin)






