SUMENEP, Kompasmadura.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wiraraja Madura menyelenggarakan Yudisium ke 13, Sabtu, 26 September 2020 di halaman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Namun yudisium dihadiri oleh senat Fakultas, diantaranya terdiri dari Dekan FKIP (Jefri Nur Hidayat, M.Si.), Wakil Dekan I, (Dyah Ayu Fajarianingtyas, S.Si., M.Pd. ), Wakil Dekan II (Achmad Puniman,M.Pd.I), Kaprodi Pendidikan IPA (Herowati, M.Pd.), Kaprodi PGSD (Tita Tanjung Sari, M.Pd.), Karyawan, para Yudisiawan dan Yudisiawati, serta undangan orang tua wali mahasiswa berprestasi.
Yudisium kali ini sangat berbeda karena di selenggarakan di saat pandemi covid-19. Oleh karena itu penyelenggaraannya dilakukan secara out-door dan dengan protokol kesehatan ketat.
Pada Yudisium ke 13 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan meyudisium 83 Sarjana Pendidikan yang terdiri dari 27 orang jurusan Pendidikan IPA dan 56 orang jurusan PGSD
Acara tersebut diawali dengan Pembacaan SK Dekan tentang Penetapan nama Yudisiawan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan transkrip nilai oleh Kaprodi masing-masing jurusan.
Untuk Mahasiswa yang memproleh IPK tertinggi Jarusan Pendidikan adalah Faiqatul Himmah, S.Pd. dengan IPK 3,62, sedangkan untuk jurusan PGSD adalah Dewi Hosriyani, S.Pd dengan IPK 3,94 mahasiswa asal Kecamatan Batuputih.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wiraraja Madura dalam sambutan menyampaikan bahwa para Mahasiswa yang diyudisium telah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sebagai Sarjana Pendidikan dan selanjutnya akan terjun ke masyarakat dan menjadi seorang pendidik yang profesional.
Selanjutnya dirinya berpesan, sebagai seorang pendidik harus menjadi contoh bukan hanya menyuruh atau memerintah tapi jadilah contoh terutama saat kondisi seperti ini dimana banyak sekali isu isu dan juga yang terkait dengan wabah penyakit covid-19.
“Jadi anda sebagai pendidik harus menjadi contoh, anda tidak boleh panik secara berlebihan. Anda boleh takut tapi tidak berlebihan dan anda boleh berani tapi tidak sok. Kalau anda takut tertabrak bukan berarti anda kesini jalan kaki, kalau anda berani tidak takut tabrakan bukan berarti anda berani berjalan di tengah jalan”. Jelas Jefri.
Jefri juga menambahkan bahwa mahasiswa yang lulus harus lebih hati-hati dan waspada, dapat memberi contoh di masyarakat dan kepada siswa, bahwa seorang pendidik mematuhi aturan aturan yang berlaku di masyarakat. Keberhasilan para yudisiawan merupakan kebanggaan untuk anggota keluarga dan sahabat terdekat serta bukan pula titik akhir tetapi awal perjuangan untuk meraih cita-cita.
“Kerja keras, kerja cerdas, Ihklas, kerja sama dan etika yang baik akan mendukung keberhasilan nantinya.” Tambahnya.
Pihaknya juga menjelaskan dari lulusan berprestasi sebagai perwakilan yudisiawan, menyampaikan bahwa merasa sangat senang dan bangga menjadi bagian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wiraraja yang telah memberikan banyak pengalaman belajar yang dalam suatu proses yang penuh dengan makna.
“Makna itu akan semakin bermanfaat jika kita jadikan sebagai bagian dari proses sekaligus media untuk memotivasi diri, belajar dan mengembangkan diri secara. terus menerus”. Pungkas Dewi Hosriyani. (Min/Nin)






