Menu ✖

Otomatis
Breaking News

SUMENEP

Meski Terkesan Dipaksakan, Pelantikan KI Sumenep Lancar

badge-check

Meski Terkesan Dipaksakan, Pelantikan KI Sumenep Lancar Perbesar

SUMENEP, Kompasmadura.com – Kabar yang sempat beredar terkait rencana pelantikan Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya terjawab. Secara mengejutkan, Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, berani melantik secara resmi lima komisioner KI terpilih periode 2019-2023 di Pendapo Agung Keraton Sumenep, Rabu 27 Maret 2019 kemarin. Jumat, (29/03/2019).

Kendati demikian, acara pelantikan itu digelar di tengah polemik proses Fit And Proper Test oleh Komisi I di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, beberapa waktu yang lalu. Mendekati pelantikan Komisioner KI itu, dugaan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan yang dinilai cacat hukum kembali memanas. Dugaan pelanggaran itu terkait dua hal yakni tidak ada skoring (Nilai) dari hasil uji kelayakan dan kepatutan tersebut. Termasuk juga pelaksanaanya melebihi ambang batas 30 hari kerja. Sehingga, pelantikan dinilai terkesan dipaksakan.

Tentu saja, prosesi pelantikan itu mendapat sorotan dari praktisi hukum Ach. Novel. Dia mengaku pelantikan itu terkesan dipaksakan oleh bupati Sumenep. Itu lantaran prosedurnya disinyalir cacat hukum.

“Ini polemik belum selesai, ternyata pelantikan sudah dilakukan. Seharusnya, pelantikan dilaksanakan jika semuanya sudah klir,” jelasnya.

Salah satu yang jiha dipersoalkan terkait keputusan pimpinan DPRD Sumenep jika Fit And Proper Test itu tidak bisa ditindaklanjuti. Anehnya, pelantikan tersebut tetap digelar.

“Jelas ini layak dipertanyakan. Selain itu, kami menduga tahapan atau prosedur rekrutmen Komisoner KI itu melanggar Perturan Komisi Informasi (Perki) No.4/2016 tentang skoring dan ambang batas pelaksanaan Fit And Proper Test,” terangnya.

Pihaknya juga menghimbau pada oknum yang merasa dirugikan dengan keputusan pelantikan itu bisa melakukan gugatan resmi ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara).

“Bisa langsung ke PTUN, sebab kalau melihat prosesnya, ada celah yang bisa digugat di sana. Silahkan bagi yang berkepentingan,” ungkapnya. [Hend/Nin]

Baca Lainnya

Hari ini Tiba di Kampung halaman, Sembilan Nelayan Raas Sumenep yang Ditangkap Otoritas Keamanan Australia

25 Okt 2026 - 18:26 WIB

Hari ini Tiba di Kampung halaman, Sembilan Nelayan Raas Sumenep yang Ditangkap Otoritas Keamanan Australia

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pedagang Pasar Kembangkan Usaha Lewat Pembiayaan Berani Mekar

23 Okt 2026 - 18:14 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Pedagang Pasar Kembangkan Usaha Lewat Pembiayaan Berani Mekar

DPRD Sumenep Sahkan APBD 2027 Rp2,26 Triliun, Banggar: Fokus Kesehatan Kepulauan dan Rumah Ibadah

23 Okt 2026 - 10:35 WIB

DPRD Sumenep Sahkan APBD 2027 Rp2,26 Triliun, Banggar: Fokus Kesehatan Kepulauan dan Rumah Ibadah

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Budaya Hidup Bersih dan Sehat

21 Okt 2026 - 14:15 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Budaya Hidup Bersih dan Sehat

PPPK Kemenag Bisa Ajukan Pembiayaan Syariah BPRS Bhakti Sumekar Lewat Kantor Cabang

19 Okt 2026 - 21:34 WIB

PPPK Kemenag Bisa Ajukan Pembiayaan Syariah BPRS Bhakti Sumekar Lewat Kantor Cabang
Trending di SUMENEP