close
SUMENEP

TPA Bernuansakan Wisata Segera Dibangun, Berapa Anggarannya ?

IMG_20190314_145837
Agus Salam, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah (P3LH) Dinas Lingkungan Hidup Sumenep, Saat Ditemui Dikantornya. Foto : Hend/kompasmadura.com

SUMENEP, Kompasmadura.com – Rencana Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bernuansakan wisata tahun ini akan segera dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep. Hal itu disampaikan langsung Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah P3LH, Agus Salam. Kamis, (14/03/2019).

Sebelumnya, dari hasil pantauan media ini, kondisi terakhir TPA di wilayah Kecamatan Batuan, nyaris penuh dan diperkirakan tidak bisa menampung sampah lagi hingga 2019.

“Kalau untuk pengelolaan di TPA kan itu sudah ada UPTD tersendiri. Sampai saat ini kita telah mencoba untuk terus menata bagaimana dalam pengelolaan sampah kedepan tidak akan ada permasalahn lagi,” ungkap Agus, sapaan akrabnya pada media ini.

Lebih lanjut, Agus, menerangkan bahwa nantinya akan dibentuk TPA rumah tangga dalam mengelola sampah itu sendiri. “Jadi nanti untuk pengelolaan sampah itu tidak hanya ada di TPA dan TPS tapi juga di rumah tangga, sebagai edukasi kepada masyarakat bahwa sampah itu akan kita kelola dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, rencana pembangunan TPA bernuansakan wisata tersebut akan dimulai tahun ini. “Kita mempunyai keinginan bahwa, TPA sebagi tempat akhir bukan merupakan tempat yang kumuh, tapi kita tata mulai tahun ini untuk menjadi ECO Wisata, sehingga masyarakat bisa hadir disana dan melihat panorama yang indah dan menarik,”

Sementara, anggaran yang bersumberkan dari APBD itu, kata dia, akan dialokasikan untuk pembangunan gazebo, pembangunan sarana permainan anak dan juga penanaman pohon sebagai sarana penghijauan.

“Untuk tahun 2019 kita mendapat kan alokasi anggaran dari APBD dua sekitar 500 juta, dimana kita bagi dari beberap item, yakni permainan, gazebo, vertical garden, kemudian dengan penanaman di lokasi TPA tersebut,” jelasnya.

Selain membentuk TPA bernuansakan wisata, pihaknya juga memiliki konsep dalam membentuk organisasi ditingkat wilayah dalam membuat bank-bank sampah, tujuannya untuk dapat memilah sampah yang masih berguna atau tidak.

“Jadi untuk TPA tahun ini kita berupaya untuk membentuk organisasi ditingkat wilayah, karena dirasa sampah di TPA tersebut sudah hampir penuh. Kami akan bentuk bank-bank sampah untuk bisa dikelola, sehingga yang dikirim sampah ke TPA itu dapat dipilah, dan TPA tidak akan gampang rusak akibat penuhnya sampah,” tambahnya. [Hend/Nin]

Tags : DLH