SUMENEP, Kompasmadura.com – Tepat pada tanggal 15 bulan Syaban dalan kalender Hijriah jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Syaban merupakan bulan sebelum Ramadan. Dalam momentum Nisfu Syaban Bank BPRS Bhakti Sumekar mengajak masyarakat melakukan refleksi, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga kesadaran mengelola keuangan masyarakat.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar mengatakan, Nisfu Syaban kerap dipahami sebatas malam doa, padahal memiliki pesan penting tentang kejujuran dan tanggung jawab dalam mengelola rezeki.
“Setiap rupiah itu amanah. Banyak persoalan hidup bukan karena pendapatan kecil, tetapi karena rendahnya literasi dan kesadaran finansial,” kata Hairil saat dikonfirmasi pada Rabu (4/2/2026).
Sebagai bentuk pesan simbolik, BPRS Bhakti Sumekar berbagi kepada nasabah pengunjung pertama di kantor pusat.
Kegiatan ini disebut sebagai pengingat bahwa spiritualitas harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial dan tanggung jawab ekonomi.
Hairil juga menyoroti meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Ramadan.
Menurutnya, bulan puasa seharusnya menjadi momentum pengendalian diri, bukan justru belanja berlebihan.
“Puasa itu menahan, bukan menambah. Nisfu syaban harus menjadi titik sadar sebelum Ramadan,” katanya.
Pihaknha juga menegaskan, literasi keuangan bukan sekadar urusan perbankan, melainkan bagian dari nilai iman dan amanah yang harus dijaga setiap individu. (Rie/Red)





