close
SUMENEP

Dampak Positif Penguatan Ekonomi Berbasis Kawasan Dari Hulu Ke Hilir Di Sumenep

IMG_20240528_214552



SUMENEP, Kompasmadura.com – Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kawasan dari hulu ke hilir menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten Sumenep Madura provinsi Jawa Timur. Selasa (28/05)

Program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kawasan dari hulu ke hilir ini merupakan visi-misi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo sejak tahun 2021 lalu, dinilai sangat memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat setempat.

Program ini menjadi salah satu wujud penguatan ekonomi yang dilakukan Pemkab Sumenep dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi kalangan muda untuk menunjukan kreativitasnya dengan memberi akses yang cukup.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsoyudo menyatakan sebuah terobosan yang dilakukan Pemkab Sumenep, yakni dengan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para pemula, yang dalam hal ini diorientasikan kepada para santri di pondok pesantren dan pemuda di luar pesantren.

“Untuk membangun kreativitas kalangan santri dan para pemuda yang memiliki jiwa entrepreunership perlu disiapkan dalam menghadapi peluang ekonomi global secara digital,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan pemberdayaan para pemula ini untuk menghasilkan wirausaha muda dari kalangan santri dan alumni santri serta tenaga yang aktif di pondok pesantren guna mengelola potensi yang ada di sekitar pondok pesantren atau pada desa masing-masing dalam hal digitalisasi guna menyongsong industrialisasi 4.0.

Jadi, para santri dan alumni yang aktif di pondok pesantren bisa melakukan jejaring dalam mengelola usaha baik secara mandiri atau bersama-sama maupun mendirikan satu sistem jaringan pengembangan usaha santri millenial entrepreneur. Sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumenep bisa meningkat.

Bupati Sumenep ini juga menekankan pentingnya santri dan pesantren untuk mandiri secara ekonomi. Karena dengan memandirikan santri secara ekonomi, maka sejatinya juga membantu pondok pesantren. Dan kabupaten Sumenep memiliki ratusan pondok pesantren yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.

Sementara Kepala Disbudporapat kabupaten Sumenep, mengakui melalui program terobosan dalam upaya meningkatkan sumber ekonomi dunia pesantren. Salah satunya melalui program Santri Milenial Enterpreneur yang digagas sejak 2021 hingga saat ini telah mampu mendorong ekonomi masyarakat pesantren.

“Program ini menyasar kalangan santri untuk menjadi pelopor kemandirian di lingkungan rumah dan pesantren tempat mereka menimba ilmu.” Tandasnya.

Bahkan, dampak positif yang signifikkan melalui program ini, pemerintah kabupaten Sumenep mencita-citakan kemandirian ekonomi di kalangan santri. Yakni dengan upaya membuka pasar usaha lebih luas, dengan turut menggandeng perusahaan digital untuk menjadi pendukung pemasaran produk yang dihasilkan para santri asal Sumenep diakhir tahun 2023 lalu, dengan memberikan wawasan digitalisasi pemasaran produk yang dibuat oleh santri .

“Dengan mendatangkan tim digital marketing dari sejumlah pasar digital, tentunya pemasaran produk santri semakin signifikan,” tambahnya.(rus/nin)

Tags : Bupati Sumenep