close
SUMENEP

Bupati Sumenep Bersyukur Menurunnya Jumlah Orang Miskin Di Sumenep

IMG-20231115-WA0012
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo


SUMENEP, Kompasmadura.com
Menurunnya jumlah orang miskin di Kabupaten Sumenep patut disyukuri dan harus terus menjadi penyemangat seluruh elemen untuk tutut serta memberikan sumbangsih terhadap menurunnya jumlah angka kemiskinan di kabupaten paling timur di Madura.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersyukur apa yang sudah dilakukan untuk Kabupaten Sumenep membuahkan hasil yang dirasakan oleh masyarakat. Sehingga tahun 2023 ini angka kemiskinan berkurang dibanding tahun 2022 yang jumlah-nya tidak sampai 200 ribu jiwa.

“Pemerintah kabupaten Sumenep tentunya akan terus berupaya maksimal untuk terus mengurangi jumlah kemiskinan ini, ” tandasnya.

Sebagaimana keterangan yang disampaikan Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Chandra, bahwa angka kemiskinan di Sumenep menurun setelah dilakukan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Konsumsi dan Pengeluaran (Modul KP) periode Maret 2023.

“Angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep hasil Susenas periode Maret 2023 total keseluruhan sebanyak 18,70 persen.” Jelasnya.
Sebagai pembanding. Sebelum Achmad Fauzi Wongsojudo menjabat Bupati Sumenep. Jumlah orang miskin di Sumenep Nomor 2 se Jawa Timur. Meskipun jumlah penduduk miskin di Sumenep mengalami fluktuatif. Seperti pada tahun 2018, jumlah penduduk miskin di Sumenep mencapai 218,060 ribu jiwa.

Sedangkan pada tahun 2019, jumlah orang miskin di Sumenep mengalami penurunan menjadi 211,088 ribu jiwa. Tapi pada tahun 2020, jumlah orang miskin kembali meningkat sebanyak 220,023 ribu jiwa.

Dan pada awal kepimpinan Fauzi di tahun 2021, jumlah penduduk miskin di Sumenep mencapai 224,073 ribu jiwa. Baru pada tahun 2022, jumlah penduduk miskin di Sumenep mengalami penurunan menjadi 206,020 ribu jiwa. Jika diprosentase, jumlah penduduk miskin di Sumenep skitar 18,76 persen. Untuk mengukur kemiskinan, kata Chandra, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar.

“Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan.” Tandasnya.

Sementara penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah garis kemiskinan. Metode ini dipakai BPS sejak 1998 sehingga hasil penghitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu.

“Angka Kemiskinan Sumenep 2023 berhasil bitekan Menjadi 18,7 % sebagai bentuk nyata upaya Pemkab Sumenep menekan angka kemiskinan di bawah 20 persen membuahkan hasil.paparnya.(Rus/Nin)

Tags : Bupati Sumenep